Calon Jamaah Umrah Indonesia Diminta Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci

JAKARTA, KBKNEWS.id — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jamaah umrah Indonesia untuk menunda sementara keberangkatan ke Tanah Suci.

Imbauan dikeluarkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah akibat saling serang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan sejak awal Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri telah mengeluarkan imbauan resmi agar jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat menunda perjalanan mereka.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi risiko keamanan.
“Untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi jika eskalasi meningkat, maka imbauan untuk menunda sementara keberangkatan itu kami anjurkan,” ujar Dahnil dalam acara Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Asrama Haji Banten, Tangerang, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan data Kemenhaj, lebih dari 43 ribu jamaah dijadwalkan berangkat hingga awal April 2026, yang merupakan batas akhir musim umrah tahun ini.

Jumlah tersebut belum termasuk jamaah umrah mandiri yang tidak tercatat dalam sistem resmi kementerian. Jika digabungkan, totalnya diperkirakan mencapai 50 hingga 60 ribu orang.

Meski demikian, pemerintah meminta keluarga jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang. Kemenhaj memastikan negara hadir dan terus memantau situasi secara intensif.

Dahnil menegaskan, tim Kemenhaj siaga 24 jam di seluruh terminal di Tanah Suci dan berkoordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri guna memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia di tengah situasi kawasan yang belum stabil.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here