Puncak Arus Mudik dan Balik 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Sekitar 193,6 juta penduduk (71 persen) akan mudik pada musim lebaran Idul Fitri 1445H atau jauh meningkat dari 123,8 juta atau 14,8 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

JAKARTA, KBKNEWS.id – Polri memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dua kali.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang umumnya hanya mencatat satu puncak keberangkatan dan satu puncak kepulangan, tahun ini pergerakan masyarakat diperkirakan terbagi dalam dua gelombang.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kedekatan libur Idulfitri 1447 Hijriah dengan Hari Raya Nyepi, serta kombinasi cuti bersama dan akhir pekan.

Untuk arus mudik, gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, sementara gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.

Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada 25–26 Maret sebagai gelombang pertama, dan 28–29 Maret 2026 sebagai gelombang kedua.

Secara total, pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, potensi kepadatan tetap menjadi perhatian serius aparat.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari. Sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan guna mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid dan lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata.

Selain itu, sebanyak 2.746 posko akan didirikan, terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, hingga buffer zone di pelabuhan juga disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan pada periode krusial mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here