JAKARTA (KBK) – Upaya meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya melakukan deteksi dini (skrining kanker serviks ) sebagai langkah awal pencegahan PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) bersama Dompet Dhuafa memberikan alat deteksi dini kanker serviks kepada 15 bidan inspiratif di kawasan marjinal di wilayah Jabodetabek secara gratis.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) Yuli Pujihardi kepada KBK, di Jakarta (13/3/2017).
Dikatakan Yuli, program ini merupakan bentuk apresiasi PTTEP dan Dompet Dhuafa terhadap para bidan yang telah berkontribusi positif kepada masyarakat yang minim pengetahuan seputar kesehatan reproduksi.
Pemberian alat deteksi dini kanker serviks, lanjut Yuli, juga dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional yang jatuh pada 4 Februari 2017, sekaligus memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2017.
“Kegiatan ini berkaitan dengan rangkaian peringatan ulang tahun Gerai Sehat Rorotan ke-2. Gerai Sehat Rorotan adalah klinik pelayanan kesehatan gratis bagi dhuafa, yang juga merupakan hasil kerjasama PTTEP dengan Dompet Dhuafa,” jelasnya.
Bidan Inspiratif
Bidan inspiratif yang mendapatkan bantuan alat deteksi dini kanker serviks ini merupakan bidan-bidan pilihan yang telah terbukti secara tulus melayani dan memiliki dedikasi tinggi kepada para perempuan untuk terus peduli akan kesehatan reproduksinya.
“Bidan sebagai salah satu tenaga medis yang paling dekat dengan masyarakat, tentunya perlu untuk terus didukung. Kegiatan ini merupakan langkah kecil kami dalam mendukung kontribusi nyata positif yang telah banyak dilakukan oleh para bidan untuk perempuan Indonesia,” ujar General Affairs Manager PTTEP Afiat Djajanegara di Jakarta.
Sedangkan pendataan dan penilaian bidan inspiratif, menurut Afiat dilakukan bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
Afiat menambahkan, dari 1106 daftar nama bidan yang diseleksi oleh IBI dan Dompet Dhuafa, dipilih 15 bidan inspiratif.
”Untuk menentukan 15 nama bidan inspiratif tersebut, tentunya kami melakukan proses yang cukup. Mulai dari pendataan, penilaian kontribusi terhadap masyarakat, wawancara dan terakhir verifikasi terhadap data dan informasi yang diberikan. Adapun durasi waktu kurang lebih selama 3 bulan untuk menentukan 15 nama bidan inspiratif,” ujar Yuli.
Salah satu sosok perempuan inspiratif yang ikut mendukung program ini adalah Yeni Dewi Mulyaningsih. Pendiri Yayasan Komunitas Taufan ini telah mengedukasi banyak orang dan mengingatkan lebih banyak orang akan penyakit yang beresiko tinggi yakni kanker.
“Kanker merupakan penyakit yang sulit untuk diobati, sehingga pencegahan dan deteksi awal menjadi hal yang sangat penting. Pengalaman mengajarkan saya bahwa banyak hal yang harus dikorbankan untuk dapat sembuh dari penyakit ini, baik berupa materi maupun moral. Berbagai bentuk dukungan dari berbagai pihak perlu dilakukan untuk dapat mengurangi jumlah penderita penyakit kanker tidak terkecuali kanker serviks yang banyak diderita kaum perempuan,” ujar Yanie.
Melalui program ini, Yanie berharap lebih banyak perempuan yang sadar dan mau untuk secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap alat reproduksinya sehingga di dalam jangka panjang dapat mengurangi angka penderita penyakit kanker serviks di Indonesia.





