Defisit Pangan di Riau Ancam Kualitas SDM

ilustrasi/ ANT
PEKANBARU – Defisit pangan di Provinsi Riau  semakin meningkat, yaitu dari 1.324.066 ton pada 2015 menjadi 1.425.720 ton pada 2017, dan hal tersebut merupakan ancaman yang tidak ringan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah di Pekanbaru, Senin (13/3/2017) mengatakan  ketahanan pangan tidak hanya bergantung kepada ketersediaan pangan saja, tetapi juga meliputi akses dan penyerapan pangan yang menjadi tantangan yang dihadapi ketahanan pangan di Riau,” katanya.
Ia memaparkan berdasarkan hasil analisis penyediaan pangan tahun 2016 oleh Badan ketahanan Pangan Provinsi Riau yang secara makro disimpulkan bahwa ketersediaan pangan dalam bentuk energi mencapai 3.326 kalori.
“Namun yang dikonsumsi hanya 2.125 kalori, dan ini menyebabkan pravelensi gizi kurang mencapai 13,3 persen dan gizi buruk 9 persen,” sebutnya, dikutip dari Antara.
Kondisi tersebut akan menyebabkan menurunnya kualitas sumberdaya manusia, karena kurang gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produktivitas, menurunkan daya tahan, serta meningkatkan angka kesakitan dan kematian.
“Oleh sebab itu, upaya peningkatan ketahanan pangan masyarakat, tidaklah semata-mata tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh rakyat, termasuk tanggung jawab dunia usaha,” ucapnya.
Ia menilai pihak dunia usaha dapat berperan aktif mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah dengan membantu masyarakat disekitar wilayah usahanya mulai aspek ketersediaan, distribusi sampai pada konsumsi.

 

Advertisement