spot_img

Cegah Perilaku Bullying di Sekolah, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

JAKARTA – Kasus bullying atau perundungan menjadi perbincangan hangat saat ini. Bullying merupakan tindakan atau perilaku yang dapat menyakiti seseorang secara fisik, verbal, emosional, bahkan psikologis.

Korban perundungan dapat berasal dari berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Namun, risiko perundungan lebih tinggi terjadi pada remaja dan anak-anak di lingkungan sekolah.

Dalam upaya meminimalkan kejadian perundungan di kalangan anak-anak, berbagai pihak harus terlibat aktif. Salah satu yang memiliki peran penting adalah orang tua.

Orang tua harus aktif melibatkan diri dalam melindungi anak-anak mereka agar tidak menjadi pelaku atau korban perundungan.

Psikolog klinis Annisa Mega Radyani MPsi, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak untuk memahami konsep bullying dan bagaimana membedakannya dari bercanda.

“Artinya, orang tua atau keluarga penting sekali mendidik anak sejak dini untuk memahami apa, sih, bullying (perundungan) itu? Apa, sih, bedanya bullying dan bercanda? Perilaku apa aja, sih, yang sudah disebut sebagai bullying?” kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu dilansir dari Antara.

Annisa menyoroti bahwa perundungan seringkali muncul dari perasaan superioritas, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan kepercayaan diri kepada anak tanpa merendahkan orang lain.

Pengajaran bahwa kekuatan sejati adalah melindungi sesama dapat menjadi contoh positif.

Annisa juga menekankan bahwa perundungan bisa disebabkan oleh ketidakmampuan anak mengelola emosi dengan baik. Oleh karena itu, bimbingan orang tua dalam mengajarkan anak mengelola emosi secara sehat sangat diperlukan.

Annisa menyoroti bahwa penting untuk tidak mengajarkan anak untuk menyimpan emosi negatif seperti kemarahan, melainkan membimbing mereka untuk mengelolanya dengan baik.

“Rasa marah atau emosi-emosi yang lain itu sebenarnya hal yang normal untuk dimiliki, namun penting untuk bisa dikelola dengan baik dan sehat,” ujarnya.

Selain itu, orang tua juga diharapkan mengajarkan konsekuensi dari setiap tindakan anak. Dan, tetap tegas dalam menyampaikan hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

“Kalau memang anak melakukan kesalahan, kita tetap konsisten menyampaikan bahwa itu tidak boleh lagi dilakukan,” katanya.

Keberadaan orang tua sebagai teladan juga sangat penting dalam membentuk mental anak agar mencegah perilaku perundungan.

“Penting sekali bagi kita untuk memberi contoh kepada anak-anak kita bahwa sesama manusia itu tidak selalu harus merasa bersaing, sesama manusia itu tidak harus merasa ada yang lebih rendah,” ucapnya

Annisa menegaskan pentingnya memberikan contoh tentang keterbukaan terhadap perbedaan agar anak-anak tidak merasa terancam dan tidak perlu merendahkan orang lain.

“Jadi, fokusnya adalah justru pengajaran keterbukaan bahwa berbeda itu nggak apa-apa, itu bukan kesalahan, dan itu sesuatu yang bisa kita rangkul saja,” tuturnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles