spot_img

Kemen PPPA Terus Kawal Penanganan Kasus Bullying Siswa SMA Binus Serpong

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus mengawasi perkembangan kasus kekerasan fisik berupa perundungan yang terjadi di antara sekelompok pelajar Binus School Serpong, Tangerang Selatan. Kejadian ini menyebabkan salah seorang siswa harus dirawat di rumah sakit.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Rini Handayani, menyatakan bahwa mengingat usia remaja anak korban, diperlukan pendampingan psikologis yang intensif untuk memastikan proses pemulihan dari dampak traumatis berjalan sesuai harapan.

“Mengingat usia anak korban yang tengah berada di usia remaja, maka dibutuhkan pendampingan psikologis secara intensif agar proses pemulihan dari dampak traumatis yang dirasakan oleh anak korban berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” kata Rini Handayani dalam keterangan di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Rini menjelaskan bahwa aksi perundungan terjadi setelah aktivitas belajar mengajar di warung belakang sekolah, tempat sekelompok pelajar sering berkumpul.

Kasus ini melibatkan seorang siswa kelas 11 yang mengalami kekerasan fisik seperti pemukulan, penendangan, pengikatan, penyundutan rokok, dan pengancaman oleh sekelompok pelajar kelas 12.

Pengungkapan kasus dimulai dari unggahan di media sosial oleh salah satu kerabat korban, yang membahas insiden perundungan di salah satu SMA ternama di Serpong.

Unggahan tersebut menjadi perbincangan ramai di kalangan warganet setelah diketahui bahwa salah satu terlapor merupakan anak dari publik figur. Terlapor dalam kasus ini terdiri dari pelajar yang masih berusia anak dan yang lainnya sudah masuk usia dewasa.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles