spot_img

Warga Demak Jangan Khawatir, Pemerintah akan Ganti Rumah yang Rusak akibat Banjir

DEMAK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa rumah warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang rusak akibat banjir akan diganti oleh pemerintah. Bantuan ini disalurkan sesuai dengan tingkat kerusakan rumah, yakni ringan, sedang, dan berat.

“Tentu saja, rumah yang mendapatkan bantuan harus memenuhi kriteria yang ada, di antaranya rusak ringan, sedang, dan berat,” ujarnya didampingi Bupati Demak Eisti’anah, ditemui di sela-sela meninjau penyedotan genangan banjir di Desa Wonorejo, Dukuh Kedungbanteng, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Rabu (21/2/2024).

Suharyanto, bersama Bupati Demak Eisti’anah, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan untuk rumah rusak ringan mencapai Rp15 juta, sedangkan untuk rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat sebesar Rp60 juta.

Pemerintah juga akan memerhatikan lahan pertanian yang terdampak banjir, mencakup sekitar 4.000 hektare, serta membantu pertanian yang gagal panen pada 2023.

“Bahkan, pertanian yang gagal panen pada tahun 2023 juga dibantu pemerintah. Sedangkan tahun 2024 sudah dirapatkan tingkat kementerian di bawah arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK),” ujarnya.

Dalam rapat tingkat kementerian di bawah arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), disepakati bahwa tanaman yang gagal panen akan dilindungi oleh asuransi dari PT Jasindo.

Teknis pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian. Bantuan untuk tanaman dan rumah rusak akan dilakukan pada tahap rehabilitasi rekonstruksi setelah fase tanggap darurat.

“Bantuan untuk tanaman padi puso maupun rumah rusak tentu saja nanti tahap berikutnya setelah tanggap darurat masuk fase rehabilitasi rekonstruksi,” ujarnya.

Untuk mempercepat surutnya banjir di Kabupaten Demak, khususnya di Desa Wonorejo, Dukuh Kedungbanteng, puluhan mesin pompa penyedot air dikerahkan.

Sebanyak 18 unit mesin pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan enam unit dari BNPB dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik. Langkah ini diambil untuk melindungi permukiman, jalur transportasi, dan sawah masyarakat.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles