Cegah Warga Lakukan Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan Skenario Beri Libur Pengganti Lebaran di Akhir Tahun

Ilustrasi mudik, Angkutan mudik (jalan raya) lebaran 2017 relatif lebih baik pada 2017. Tampak antrian kendaraan jelang pintu tol Palimanan Jabar. (Tempo)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo  mengimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik pada tahun ini, dan menyiapkan berbagai skenario untuk mencegah masyarakat mudik pada tahun ini, termasuk berencana mengganti libur nasional terkait Idul Fitri 2020.

“Saya melihat ini mungkin untuk mudik, dalam rangka menenangkan masyarakat mungkin alternatif mengganti libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan. Kemudian yang kedua memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut,” ujar Jokowi dalam telekonferensi Ratas di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (2/4/2020).

Sementara itu Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan tentang penggantian hari libur lebaran,  hal tersebut masih dirumuskan oleh pemerintah. Kemungkinan besar libur lebaran nantinya akan diberikan pada akhir tahun.

Selain itu, Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) khusus kepada masyarakat yang membutuhkan agar tidak mudik.

Ia mengaku masih menggodok jenis bansos apa nantinya yang akan diberikan. Harapannya , dengan bansos tersebut angka pemudik pun bisa ditekan, sehingga penyebaran virus ini pun bisa terhambat.

“Apa yang akan kami jalankan untuk program tambahan untuk kurangi arus pemudik dari Jakarta ke daerah, dengan cara berikan bansos khusus. Kami akan pikirkan mekanisme agar yang dapatkan bansos ini tidak mudik. Memang tidak mudah dan tidak bisa dijamin, namun kami belum menemukan cara menerapkannya di lapangan tapi program khusus ini kami berharap penerimanya tidak mudik. Detail di lapangan seperti apa nanti kami pikirkan. Dengan Pemprov DKI, agar benar-benar yang menerima bansos benar-benar tidak mudik,” jelasnya, dilansir VOAIndonesia.

Advertisement