JAKARTA, KBKNews.id – Babinsa Koramil 1707/Merauke, Serda Bardin, menjadi sosok di balik kebangkitan Koperasi Nelayan Seluruh Merauke (Koperasi Nilaian). Koperasi itu satu-satunya yang aktif di Papua Selatan.
Koperasi ini membantu kesejahteraan nelayan setempat dengan menstabilkan harga ikan dan membuka akses pasar hingga ke Jawa, Surabaya, bahkan rencananya hingga ke Cina.
Awalnya, kooperasi nelayan ini sempat vakum akibat kurangnya transparansi pengurus sebelumnya. Babinsa TNI ikut membangkitkan kembali sejak 2016.
“Dulu harga ikan seperti OT (sejenis ikan) hanya Rp2.000/kg. Kini, berkat koperasi, naik menjadi Rp6.000/kg,” ujar Serda Bardin dalam Youtube resmi TNI AD seperti dilihat, Kamis (17/7/2025).
Koperasi ini kini menampung hasil tangkapan 100 anggota aktif dan puluhan nelayan non-anggota, dengan omzet mencapai Rp240 juta per bulan dari pengiriman empat kontainer ikan ke Jakarta, Surabaya, dan Palembang. Ikan unggulan seperti gabus (gastor), mujair, dan kakap putih menjadi komoditas andalan.
Sementara itu, Kolonel Inf Joni Novriadi selaku Dandim 1707/Merauke, menyebut inisiatif Serda Bardin sebagai contoh nyata peran TNI dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendorong Babinsa lain untuk meniru langkah Bardin. Ke depan, kami akan ekspansi ke budidaya kepiting dan lobster, serta hilirisasi produk seperti abon ikan, kerupuk kulit ikan, dan tepung ikan,” ujarnya.
Dandim juga mengungkap rencana pengadaan kapal berpendingin untuk mengoptimalkan tangkapan nelayan yang selama ini terbuang percuma.
“Banyak nelayan hanya mengambil gelembung ikan (untuk ekspor) dan membuang dagingnya. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan,” katanya.





