Cerita Pegiat Freestyle Basketball : Disanjung Dunia, Ditelantarkan di Dalam Negri

JAKARTA (KBK) – Nama pebasket Danu Dwi Eryanto (29) mulai harum di kancah international freestyle basketball sejak diriya dipercaya sebagai juri dalam kompetisi freestyle basketball di Shenzhen, China pada tahun 2016. Tak berhenti di sana, pada tahun 2017 nama Joe kembali melambung saat diberi amanah untuk melatih puluhan anak-anak sekolah di negri tirai bambu selama 2 bulan.

Kecintaan Joe terhadap dunia basketball mulai tersemai dalam dirinya saat duduk di bangku SMP. Semasa SMA Joe pun turut aktif menghidupkan kegiatan basket di sekolahnya. Berkat keseriusannya menyelami dunia basket, pada 2007 Joe ditunjuk menjadi asisten pelatih basket dan puncaknya pada 2009 Joe berhasil mengantongi setifikasi pelatih basket.

Di tengah kesibukannya melatih, secara diam-diam Joe ternyata belajar secara otodidak freestyle basketball berpanduan video. Freestyle Basketball adalah salah satu genre seni olahraga yang memadukan antara Bola basket dan Dance yang diiringi dengan musik. Apa yang dilakukan Joe ternyata memantik hasrat teman-temannya untuk mengikuti hingga pada akhirnya terbentuk komunitas We Are Stars yang berintikan 12 pegiat freestyle basketbal dari kota Jakarta, Bekasi dan Depok, Jawa Barat.

We are Stars bisa dibilang komunitas Freestyle Basket terbaik di Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya prestasi yang diraih seperti Battle of the stars, Battle MENPORA dan, Battle IOXC Nasional. Dan, prestasi tingkat internasional dan KHOT International competition 2016 serta Best 5 World Female Freestyler 2016.

Freestyle yang dikomandoi oleh Joe tersebut kembali mampu berkiprah di kancah Internasional dalam event KHOT Freestyle Basketball Challenge The World 2017, yang diselenggarakan pada tanggal 1-3 Desember 2017 di Shenzhen China.

Mereka kembali menjadi kampiun dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di China setelah dinobatkannya sebagai “BEST CROWD & BEST PERFORMANCE” dari 9 peserta di seluruh duni

“Saya bisa dipanggil ke China mungkin karena saya kerap menguggah kebolehan komunitas ke youtube. Dari sana tiba-tiba saya ditawari oleh sebuah perusahaan asal China untuk tampil, menjadi juri dan mengajar di sana,” ungkap pria jebolan S1 Psikologi Universitas Indonesia itu.

Hebatnya meski kerap tampil di ajang internsional, Joe bersama tim secara keseluruhan hanya mengandalkan dana swadaya dari kantong sendiri. Tak jarang juga Joe mesti banting tulang mencari sponsor agar timnya bisa unjuk kebolehan di luar negri.

“Saya melihat negara-negara di dunia saat ini ingin memajukan freestyle basketball untuk membuat pertunjukan yang besar dengan tujuan untuk menarik penonton,” kata anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Namun pada November 2017 lalu usaha Joe bersama tim untuk berangkat ke Jepang kandas karena ketiadaan biaya. Ditanya apakah ada dukungan dari Pemkot Depok menyoal prestasinya, Joe hanya tersenyum manis sambil menggele bngkan kepala.

“Pada tahun 2016 saya ingin menarik dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Depok, empat kali ke sana tapi empat kali tidak ketemu.Padahal saya sudah titip nomor telepon, titip surat dan lain sebagainya tapi tidak ada respon. Saya juga sudah mengirimkan email ke akun pribadi pak wali tapi juga tidak ada respon,” papar pria asal Sawangan tersebut.

Pada tahun 2017 usaha Joe sempat menitikan harapan saat teleponnya bersambut. Tak berselang lama lagi-lagi Joe mesti dipingpong sana sini oleh pelbagai instansi di Pemkot Depok.

Sungguh ironis, bila kerja keras mereka yang mampu membawa nama baik Indonesia di kancah dunia malah mendapat apresiasi dari negara lain dan terabaikan di negeri sendiri. Di thun 2018 kini Joe tengah mengambil ancang-ancang agar timnya bisa kembali tampil di kancah internasional. Menurut Joe, setelah China dan Jepang, kini Taiwan mulai kepincut dengan kebolehan Joe.

“Di 2018 undangan untuk kami jauh lebih banyak, yang pasti ke Jepang dan China serta ketiga ada Taiwan. Di tahun ini saya juga akan di undang menjadi pelatih di Beijing dan Shenzen. in syaa Allah tim dari kota di china utara juga akan mengajak kami roadshow ke Jepang,” tukasnya.

Advertisement