BOGOR – Center for Education Study and Advocacy (CESA) Dompet Dhuafa Pendidikan, menggelar diskusi tentang pengasuhan asrama, dengan tema “Narasi Pengasuhan Boarding School untuk Generasi Alfa”.
Diskusi yang dilaksanakan pada Kamis (28/11/2018) di Aula Masjid Al Insan, Dompet Dhuafa diikuti 60 pembina Asrama dari boarding school se-Jabodetabek hingga Yogyakarta, yang membagi pengalaman mereka mengasuh anak-anak di asrama.
Dalam diskusi ini CESA juga berkolaborasi dengan Komunitas Pengasuh Asrama Seluruh Indonesia (KOMPARASI) dan asrama SMART Ekselensia Indonesia.
“Lewat acara tersebut kami mencoba mengkaji persoalan yang ada pada zaman sekarang, sebagai jawaban tantangan pengasuhan bagi calon siswa atau santri baru. Era mereka kan sudah era digital, atau yang kita kenal dengan Generasi Alfa, jadi para pembina asrama perlu melakukan penyesuaian pola asuh mengikuti era mereka,” ungkap Aidil Azhari Ritonga, Koordinator CESA.
Harry Santosa, penggagas konsep Fitrah Based Education, hadir sebagai narasumber dan mengungkapkan bahwa mendidik anak sesuai zamannya tersebut selaras dengan ajaran Islam.
“Setiap generasi diciptakan memiliki karakter berbeda sesuai dengan zamannya. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk mengantarkan anak siap menghadapi zamannya,” terang Harry.
Harry pun memberikan kiat agar dapat mengasuh anak sesuai zaman di mana ia tumbuh. “Semua anak unik dan harus diberikan kepercayaan untuk tumbuh dan mandiri. Ajarkan pada mereka bagaimana cara berkomunikasi dengan santun. Ajarkan pula bahwa interaksi terbaik adalah interaksi yang terjadi secara riil,” lanjut Harry.
Sebagai penutup, Harry mengemukakan adanya kesalahan fatal yang sering dilakukan orang tua tanpa sadar. “Kesalahan fatal orang tua adalah tidak pernah berhenti sejenak meluangkan waktu untuk merenung dan merefleksikan hakikat misi dan visi ideal pendidikan, dikaitkan dengan tujuan penciptaan dan misi kehidupan,” pungkasnya.




