
CHINA dan India, dua raksasa militer di kawasan Asia terus membangun mesin perangnya terutama Angkatan Laut sebagai armada berkemampuan operasi laut dalam (Blue Ocean Water).
PM India Narendra Modi dlam rangkaian peringatan 75 tahun kemerdekaannya dari Inggeris di Cochin, (2/9) meluncurkan kapal induk pertama INS Vikrant buatan dalam negeri.
Kapal induk sepanjang 262 meter dan lebar 62 meter dan berbobot 47.400 ton itu dikembangkan oleh galangan Cochin India sejak 17 tahun lalu untuk mengangkut 30-an pesawat tempur seperti MiG-29 Rusia, Rafale Perancis dan FA18-Hornet buatan AS dan sejumlah helikopter.
Selain memiliki sengketa wilayah dan beberapa kali terlibat konflik dengan tetangganya, China, keduanya selain bersaing dalam kekuatan militer juga berebut pengaruh politik dan ekonomi.
AL India sejak 2004 juga sudah mengopersikan kapal induk INS Vikramaditya buatan Uni Soviet yang dioperasikan untuk mengamankan Samudera Hindia dan Teluk Benggala.
Dengan anggaran militer terbesar ketiga setelah China (76,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.107 triliun, India memiliki 1,4 juta tentara dinas aktif, AD-nya diperkuat 4.730 tank, 10.000 kendaraan lapis baja, 100 pucuk ertileri swagerak dan 374 proyektil roket.
AL-India a.l. memiliki dua kapal induk, 10 kapal perusak, 17 kapal selam dan 139 kapal patroli, sedangkan AU-nya mengoeprasikan 542 ragam pesawat, 130 jenis serang dan 542 pesawat tempur serta 37 helikopter.
Sebaliknya, China dengan anggaran militer kedua terbesar setelah AS ( 293 miliar dolar AS atau Rp4.236 triliun) saat ini juga mengoperasikan dua kapal induk (Shandong buatan dalam negeri) dan Liaoning buatan Ukraina yang diteruskan pembangunannya. Keduanya masing-masing mampu  mengangkut 60-an pesawat.
AL China total diperkuat sekitar 700 kapal termasuk 371 unit dari berbagai jenis (penjelajah, perusak dan fregat) serta 286 kapal patroli, sedangkan AD-nya didukung 3.285 pesawat, 1.121 diantaranya pesawat temput dan 900an helikopter.
AD China memiliki dua juta personil dinas aktif, 5.250 tank, 35.000 kendaraan lapis baja , 4.120 meriam swagerak dan 3.160 proyektil roket.
China dan India yang mrupakan kkuatan nuklir dunia trlibat beberapa kali perang pada 1962, 2020 dan bebera kali konflik perbatasan.
Yang ingin damai harus siap perang! Si vis Pacem para Bellum!




