China Tantang (Duel) AS di LCS

Pesawat intai EP-3E Aries AL AS dicegat pesawat siluman China J-20 di Laut China Selatan (23/7) (Amerika Scientist.com)

INSIDEN antara pesawat militer Amerika Serikat dan China di atas Laut China Selatan (LCS) untuk kesekian kalinya terjadi, dan seperti biasanya, kedua belah pihak saling menyalahkan.

Kementerian Pertahanan China dalam pernyataannya, Selasa (25/7) , menyebutkan, pesawat intai berbaling-baling empat EP-3E Aries milik AL AS melakukan misi pengintaian sehingga mengancam keamanan nasional China dan keselamatan pilot serta kedua pesawat yang terlibat insiden.

China mengaku melakukan tindakan legal, diperlukan dan profesional untuk segera mengirimkan dua pesawat tempur andalannya, Chengdu atau Black Eagle J-20 yang berkemampuan siluman (stealth) untuk mencegat pesawat AS.

Menurut China, misi pesawat pengintai AS di kawasan itu merupakan aksi tidak bersahabat dan berbahaya, sehingga mereka meminta agar AS menghentikan penerbangan semacam itu serta mengambil langkah praktis untuk mempererat hubungan militer kedua negara.

Jubir Kementerian Luar Negeri China Lu Kang menyatakan keberatan pemerintahnya atas misi penerbangan yang dilakukan AS tersebut, namun demikian, China tetap kommit untuk membina sikap saling percaya dengan militer negara lain (termasuk AS-red).

 

Versi AS

Sebaliknya, Jubir Departemen Pertahanan AS Kapten Jeff Davis menyampaikan versi yang berbeda tentang insiden itu dan menyebutkannya sebagai salah satu contoh perilaku tidak lumrah dan tidak aman yang dipertontonkan pihak militer China.

Sepasang pesawat tempur J-20 China, menurut Davis, mencegat pesawat AS saat melintas di koridor udara international di antara Laut China Timur dan Laut Kuning.

Salah satu pesawat China itu bahkan mendekat dengan kecepatan tinggi dari arah bawah pesawat EP-3F AS kemudian mengurangi kecepatan saat berada di depannya. Tabrakan, menutut Davis,  dapat dielakkan karena pilot pesawat AS membanting kemudi untuk menghindar.

J-20 mulai diujicoba di era 1990-an, disasar untuk menyaingi, mengimbangi bahkan menandingi pesawat-pesawat tempur generasi kelima AS seperti F-22 Raptor dan F-35 JSF yang masih dioperasikan secara terbatas atau Sukhoi SU-50 Rusia.

Dengan mesin jet ganda, J-20 memiliki jarak jelajah hingga 3.400 Km, terbang pada ketinggian 18 Km, kecepatan 2.100 Km per jam dan mampu mengangkut sepuluh konvigurasi rudal.

Pada insiden sebelumnya pada Mei lalu, pesawat pendeteksi radiasi nuklir WC-135 milik AU AS dicegat pesawat Sukhoi SU-30 China dan pesawat intai AU AS P-3 Orion dicegat pesawat tempur J-10 China di atas LTS.

Insiden yang memakan korban tewasnya pilot AS terjadi pada April 2011 saat pesawat intai EP-3E negara itu bertabrakan dengan pesawat tempur China di atas LCS dan kemudian mendarat di wilayah China di Pulau Hainan. Ke-24 awak pesawat AS ditahan China selama sepekan sebelum dibebaskan kembali.

Kebijakan China memperluas zona indentifikasi pertahanan udara (wajib lapor) bagi pesawat asing yang melintas di wilayah internasional di atas LCS yang masih dipersengketakan antara China, Taiwan, Brunei dan Vietnam sering memicu ketegangan antara China dengan negara lain.

Namun insiden yang terjadi antara pesawat-pesawat AS dan China di atas LCS agaknya hanya sekedar pernak-pernik hubungan diplomasi atau upaya menunjukkan eksistensi masing-masing, tidak perlu dikhawatirkan berkembang menjadi persoalan serius.

(AP/AFP/ns)

 

 

 

 

 

Advertisement