PARUNG – Guna menyelaraskan visi dan misi antara sesama ulama muslim dunia, Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) didukung oleh berbagai kalangan menggelar Cordofa Islamic Conference (CIC) dengan tema “Strengthening Dakwah In Multicultural Country”.
Hardy Aguman Ketua Pelaksana CIC mengatakan, acara ini dihelat dengan mengusung dua tujuan garis besar.
” Pertama, kami ingin seluruh pemangku kebijakan dakwah internasional mempunyai visi misi dan nafas yang sama dalam dakwah. Kedua, yang ingin kami hasilkan dari konfrensi ini adalah penguatan jaringan dan kolaborasi bersama antar stekholder pemangku kebijakan dari dakwah internasional. Karena hari ini dakwah internasional bergerak secara paralel dengan simpul-simpul yang berbeda. Maka kami ingin menyatukan simpul-simpul ini menjadi kekuatan yang besar” terang Hardy di Parung Bogor, Rabu (14/12/2016).
Hardy menambahkan acara ini juga berfungsi sebagai sebuah ajang silaturahmi bersama mitra dakwah Dompet Dhuafa di luar negeri yang telah menjalankan program Dai Ambassador selama 4 tahun di 22 negara.
Program Dai Ambassador merupakan program dakwah dari Cordofa yang menyasar masyarakat Islam di luar negeri untuk mendorong perubahan tatanan dunia yang lebih harmonis, Dai Ambassador bergerak meretas dakwah melintas batas.
Melalui agenda Cordofa Islamic Conference (CIC), diharapkan mampu memperkuat peran agama di negara multikultural. Menurut Hardy muslim di negara minoritas dalam menghadapi isu Islamphobia dibuthkan sinergi antara Dai dan ulama yang berada dal satu payung.
“Dengan selarasnya tujuan CIC yang antara lain untuk memperkuat dan meningkatkan kerjasama yang lebih baik di antara para pemangku kebijakan dakwah internasional, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman yang lebih baik mengenai isu Islam dan situasi terkini di luar maupun dalam negeri,” ujarnya.





