CORE Indonesia: Percepatan Pertumbuhan Wakaf di Masa Depan

YMGPI serahkan wakaf 100 Mammogram melalui Dompet Dhuafa

JAKARTA – Tren dan opini mengenai wakaf pada tahun 2022 juga semakin baik. Hal tersebut diproyeksikan oleh CORE Indonesia, sebuah lembaga think thank independen yang fokus pada penelitian dan konsultasi di bidang ekonomi, industri, ekonomi, industri, perdagangan, perdagangan, perdagangan, pembangunan wilayah pembangunan dan kebijakan publik.

Dalam brief outlook Ekonomi Syariah 2022, tetap tumbuh di masa pandemi. Kesadaran masyarakat mengenai wakaf ikut terbantu oleh berbagai promosi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pengelola ziswaf dan kehadiran Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang turut meningkatkan literasi masyarakat mengenai wakaf.

Gerakan Wakaf Uang yang diluncurkan Presiden pada awal 2021 lalu ikut mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap eksistensi wakaf sebagai salah satu alternatif belanja sosial, selain zakat, infak, sedekah. Perkembangan kegiatan wakaf akan sangat ditentukan oleh tingkat kesadaran masyarakat Muslim. Karena itu peningkatan tingkat literasi publik mengenai wakaf perlu untuk terus dikembangkan.

Dalam survei literasi wakaf tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia, Baznas, dan Kementerian Agama menunjukkan bahwa 80 persen belum pernah melakukan wakaf. Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman wakaf yang masih sangat rendah, baik pemahaman dasar mengenai wakaf (57,67 persen) dan pemahaman wakaf lanjutan (37,97 persen). Di samping itu, baru 45 persen wakaf di Indonesia yang dilakukan melalui nadzir lembaga, sementara sisanya bersifat non-lembaga.

Oleh karena itu, sejalan dengan meningkatnya literasi masyarakat mengenai wakaf dan ditunjung dengan semakin profesionalnya kinerja, transparansi dan akuntabilitas nazir di mata masyarakat, maka mobilisasi dana sosial melalui wakaf akan mengalami percepatan pertumbuhan di masa mendatang.

Dalam brief tersebut, penghimpunan dana melalui platform kitabisa tercatat setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimualai dari 2018 mencapai 200 miliar rupiah, kemudian 2019 mencapai 500 miliar rupiah dan tahun 2020 hampir 900 miliar. Dari data Baznas juga terlihat naik, dimulai 150 miliar hingga 300 miliar pada tahun 2020. Kemudian lembaga Ziswaf Dompet Dhuafa berada di level 300 hingga 400 miliar.

Advertisement