DD Waspada Ikut Dirikan Sekolah Darurat untuk Anak Korban Banjir Bandang di Padang Lawas

MEDAN – Dompet Dhuafa Waspada turut serta dalam mendirikan sekolah darurat yang dinamakan sekolah gembira, di pinggir sungai Batang Lubu Sutam, yang terdampak bencan banjir bandang.

Sebanyak 50 orang anak yang rumahnya hanyut terkena dampak banjir bandang mengikuti pembukaan sekolah ini pada Senin (10/1).

Berdasarkan laporan tim Dompet Dhuafa Waspada di lapangan, Leli, ia mengatakan kondisi di sana masih belum pulih.

“Masih banyak alat berat, rumah-rumah yang hancur masih di bersihkan. Makanya, sekolah pun terpaksa dibuat di pinggir sungai,” ucap Leli, dalam keterangan tertulis yang diterima KBK.

Leli juga mengatakan bahwa sekolah gembira yang didirikan ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai kalangan usia. “Ada yang masih TK, ada juga yang sudah kelas 6 SD, rentangnya berkisar TK sampai SD,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sekolah gembira didirikan atas dasar sinergi bersama dari Dompet Dhuafa Waspada, SANTANA, Mata Air Palas, TK MADIA, PAUD Citra Mulia, PAUD Assyyfadilah, ABRI, PMII, OSIS SMK 1 Barumun, serta CMCTK Sibuhuan.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, mengatakan bahwa Dompet Dhuafa Waspada masih terus berupaya untuk hadir dalam pemulihan pascabencana. “Sudah dapat laporan kalau didirikan Sekolah Gembira, saat ini kita ikut sertanya dalam pendampingan, kedepan mungkin kita usahakan untuk media belajarnya karena itu yang dibutuhkan saat ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Sulaiman menyampaikan bahwa bantuan sembako untuk kebutuhan dapur umum sudah disalurkan. “Kemarin di awal untuk respon bencana kita kan dirikan dapur hangat, sudah disalurkan sembako, tapi ini mengingat dampak bencana yang membuat tempat tinggal dan sekolah juga hancur, sepertinya masih terus dibutuhkan untuk kebutuhan logisitik,” ucap Sulaiman.

Advertisement