Corona Varian India Ditemukan di 54 Wilayah di Dunia

Walau tren kasus-kasus baru paparan Covid-19 turun dalam beberapa pekan terakhir ini, muncul sejumlah varian baru virus corona yang bermutasi. Wapada! dan tetap Patuhi Prokes.

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian virus corona B.1.617 yang pertama kali terdeteksi di India telah tercatat di 53 wilayah.

WHO menyatakan satu ditemukan pertama kali di banyak negara, dua di antaranya pertama kali ditemukan di Amerika Serikat, sedangkan tiga lainnya pertama kali ditemukan di Brasil, Filipina, dan Prancis.

“Evolusi virus sudah diperkirakan, dan semakin banyak SARS-CoV-2 beredar, semakin banyak peluang yang dimilikinya untuk berkembang,” kata laporan itu seperti dikutip dari AFP.

Untuk itu, perlu upaya menekan penularan melalui metode pengendalian penyakit yang mapan dan terbukti. Hal itu menjadi aspek penting dalam strategi global untuk mengurangi terjadinya mutasi yang memiliki implikasi negatif pada kesehatan masyarakat.

Laporan tersebut mencermati tingginya tingkat penularan varian B.1.617. Sementara itu, tingkat keparahan penyakit dan risiko infeksi masih diselidiki.

Varian B.1.617 sendiri menjadi satu dari empat mutasi corona yang dianggap berbahaya bagi WHO. Tiga mutasi lainnya yaitu ditemukan pertama kali di Inggris (B.1.1.7), Afrika Selatan (B.1.351), dan Brasil (P.1).

WHO membagi angka untuk varian B.1.617 menjadi tiga garis keturunan (B.1.617.1, B.1.617.2 dan B.1.617.3).

 

Advertisement