
OTORITAS China menyebutkan asal virus corona SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 yang mulai terdeteksi di Pasar Huanan, kota Wuhan, medio Desember 2019 berasal dari kepala babi yang diimpor.
Dilaporkan Daily Star (10/2), dua pekerja di kota pelabuhan Tianjin sudah terpapar virus corona melalui kepala hewan tersebut, namun pejabat setempat tidak menyebutkan apakah kpala babi itu juga positif terinfeksi virus corona.
Sementara pakar penyakit menular di Pusat Medis Universitas Georgetown AS Daniel Lucei berujar, teori makanan beku sebagai media virus membutuhkan studi lanjutan.
Namun jika terbukti, klaim temuan itu selain bisa mengakhiri teka-teki atau misteri asal-muasal virus yang menjadi pandemi global, juga bisa memicu polemik baru dan kontroversi yang sudah berkembang selama ini.
Semula walau tidak bisa dipungkiri, saling tuduh terkait virus SARS CoV-2 diwarnai rivalitas antara Amerika Serikat dan China.
Presiden AS saat itu Donald Trump dengan tajam menuding virus sengaja dibuat di laboratorium pemerintah China di Wuhan dan pihaknya sedang menyusun laporan terinci tentang hal itu.
Namun intelijen negeri Paman Sam itu kemudian mengesampingkan tudingan Trump walau masih akan terus menyelidiki, kemungkinan terjadi kebocoran di laboratorium Wuhan, sehingga virus menyebar menjadi pandemi.
Otoritas China sendiri menolak tuduhan tersebut, sebaliknya virus kemungkinan ditularkan oleh warga AS yang berkunjung ke Wuhan, paling tidak berasal dari luar China.
Sementara Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang saat ini berada di Wuhan juga belum bisa menyimpulkan asal-muasal virus SARS-CoV-2 hanya menduga sejumlah kemungkinan berdasarkan asumsi dan argumentasi ilmiah.
Singkatnya, kemungkinan virus berasal dari hewan perantara seperti tikus, cerpelai atau kucing, sedangkan terkait dugaan bahwa virus berasal dari hidangan sup kelelawar yang banyak dijual di kedai-kedai di Pasar Huanan, Tim WHO akan menyelidiki habitat satwa tersebut.
Tentang kemungkinan terjadinya kebocoran di laboratorium China, Ketua Tim WHO Ben Embarek menyebutkan, memang ada insiden (tidak diperincinya) tetapi skenario tersebut dikesampingkan.
Salah satu skenario yang memungkinkan, menurut Embarek, seorang (yang sudah terpapar-red) membawa virus ke Pasar Huanan atau mungkin saja virus berasal dari produk satwa langka beku yang memang rentan terhadap virus.
Kemungkinan virus memang sudah bersirkulasi pada manusia melalui inang perantara yang belum diketahui, sementara pakar Komisi Kesehatan China Liang Wannian menyebutkan, trenggiling salah satu yang memungkinkan.
Teori-teori sebelumnya juga berpandangan, penularan langsung dari hewan ke manusia (zoonosist) sejauh ini belum pernah terbuktikan, namun Tim WHO menduga, bisa saja virus menular melalui hewan perantara ke manusia.
Penyelidikan yang fair sampai ditemukan asal-muasal virus sebenarnya Pasar Huanan sendiri memang dikenal sebagai salah satu sentra partai besar atau grossir impor daging beku di China.
Investigasi yang fair berdasarkan analisa akademis dan ilmiah, bebas dari politisasi diperlukan, agar misteri asal-usul virus corona SARS-CoV-2 terkuak demi kemaslahatan umat manusia.




