Cuma Mitos! Pil KB Ternyata Tidak Sebabkan Rahim Kering

Ilustrasi pil KB. (Foto: Freepik)

JAKARTA – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa mitos di masyarakat mengenai pil KB yang menyebabkan rahim kering adalah tidak benar.

“Faktanya, pil KB merupakan kontrasepsi yang jenisnya mampu menunda kehamilan untuk sementara dan kesuburan bisa kembali dengan cepat setelah berhenti mengkonsumsinya,” ujar Hasto dalam keterangan resmi dilansir dari Antara.

Ia juga menekankan pentingnya pendewasaan usia perkawinan untuk mengurangi angka kematian ibu atau bayi saat melahirkan.

“Kawin jangan terlalu muda, kalau baru 15, 16, atau 17 tahun sudah hamil, maka ketika melahirkan itu tidak sukses karena diameter panggul belum mencapai 10 sentimeter, sehingga bayinya bisa terjepit, lahirnya susah. Sering bayinya meninggal dalam proses, karena Tuhan menciptakan diameter kepala bayi itu 9,9 sentimeter,” paparnya.

Selain itu, Hasto juga mengingatkan agar tidak menikah terlalu tua, yaitu di atas 35 tahun.

“Di umur 35 tahun ternyata Tuhan sudah menciptakan manusia itu dari lemah dikuatkan, dari kuat dilemahkan, puncaknya di umur 32 tahun, di bawah itu masih sehat-sehatnya, kuat-kuatnya,” ucap Hasto.

Dokter spesialis kandungan ini juga menyampaikan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena menyusui pada periode tersebut adalah salah satu cara efektif untuk mencegah stunting.

“Kalau orang bilang air susu enggak keluar, sebetulnya keluar, cuma tidak rajin menyusui,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa otak manusia berkembang maksimal pada usia 24 bulan.

“Untuk itu kita sosialisasi pencegahan stunting di 1.000 HPK. Ini kampanye kita selalu, ayo cegah stunting dari sejak konsepsi (pembuahan) sampai 24 bulan, program-programnya banyak sekali,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here