Dahsyat! Ini Keutamaan dan Pahala Menyantuni Anak Yatim

Puluhan anak yatim dari panti asuhan dan masyarakat berkumpul untuk mengikuti agenda Muharram Fest 1446 Hijriah untuk belajar sambil bermain di Taman Satwa Lembah Hijau dan berbelanja kebutuhan sekolah di Mote-Mote. (Foto: DD Lampung)

JAKARTA – Dalam Islam, anak yatim adalah golongan pertama di antara orang-orang lemah yang paling berhak mendapatkan bantuan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

Ada berbagai keutamaan bagi mereka yang mau menyantuni anak yatim, di antaranya:

  • Menjadi Penghuni Surga

Orang yang menyantuni anak yatim akan masuk surga dan menetap di sana selama-lamanya. Hal ini sebagaimana terdapat dalam salah satu sabda Rasulullah.

“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR At-Tirmidzi)

  • Melunakkan Hati yang Keras

Hati yang keras dapat dilunakkan dengan cara menyantuni anak yatim. Dalam hadis, Rasulullah bersabda bahwa menyayangi anak yatim dan memberikan mereka makanan dapat melunakkan hati dan memenuhi kebutuhan kita.

“Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR Al-Albani)

  • Dekat dengan Rasulullah di Surga

Menyantuni anak yatim bisa membuat seseorang dekat dengan Rasulullah di surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad RA.

“Dari Sahl bin Sa’ad RA, beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda, ‘Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.’ Kemudian beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak meregangkan keduanya.” (HR Bukhari)

  • Terhalang dari Siksa Api Neraka

Menyantuni anak yatim akan menghalangi seseorang dari siksa api neraka, sebagaimana kisah yang diceritakan oleh Aisyah tentang seorang wanita yang memberikan makanan kepada kedua putrinya.

Dari Urwah bin Zubair bahwa Aisyah pernah berkata, “Telah datang kepadaku seorang wanita membawa kedua putrinya, lalu ia minta sesuatu padaku dan aku tidak memiliki sesuatu kecuali satu butir kurma lalu kuberikan kepadanya. Wanita itu lalu membagi kurma tersebut kepada kedua putrinya, kemudian ia berdiri dan pergi. Lalu ketika Nabi pulang, aku menceritakan peristiwa tersebut kepada beliau. Nabi bersabda, ‘Siapa yang mengurus anak-anak putri ini dan berbuat baik pada mereka, maka mereka kelak akan menjadi penghalang dari siksa api neraka’.” (HR Mukhari, Muslim, dan Ahmad)

  • Terhindar dari Siksaan Akhirat

Salah satu cara untuk terhindar dari siksa akhirat adalah dengan menyantuni anak yatim. Hadis menjelaskan bahwa Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat orang yang menyayangi anak yatim dan memperlakukan mereka dengan lembut.

“Demi yang mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani)

Pahala Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Tindakan mulia ini tidak hanya membawa manfaat bagi anak yatim itu sendiri, tetapi juga memberikan pahala yang besar bagi orang yang melakukannya. Berikut adalah pahala menyantuni anak yatim:

  • Setara dengan Jihad

Menyantuni anak yatim sama seperti bangun di malam hari dan berpuasa di siang hari, serta berjihad di jalan Allah.

“Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.” (HR Ibnu Majah)

  • Setara dengan Puasa dan Salat Malam Terus-Menerus

Allah akan memberikan pahala kepada orang yang menyantuni anak yatim yang setara dengan puasa dan salat malam terus-menerus.

“Barang siapa yang berusaha membantu janda dan orang miskin maka sama artinya dengan berjuang di jalan Allah, atau seperti orang yang selalu sholat sepanjang malam tidak pernah putus dan seperti orang yang berpuasa tidak pernah berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Termasuk Golongan Orang Beriman

Orang yang menyantuni anak yatim akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 177.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here