YUNANI – Dai Ambassador Dompet Dhuafa penugasan Yunani, Ustaz H Achmad Arif, B.Sh, M.A. mengisahkan perjuangan muslim untuk memiliki masjid di Ibu Kota Yunani, Athena.
Kedatangan Ustaz Achmad Arif sebelumnya telah disambut hangat oleh mitra Dompet Dhuafa di Yunani, yakni Bapak Ady selaku Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani (IKKIY), juga Ketua Rohani Islam (Rohis), Bapak Tohari beserta wakilnya, Bapak Bandi, di Masjid Al-Ikhlas Acharnon, Athena.
Ustaz Achmad Arif mengatakan jika kebutuhan akan masjid sebagai wadah vital dalam memelihara spiritualitas orang-orang Islam di Yunani sangat tinggi. Namun, kelangkaan masjid sebagai tempat ibadah tak menyurutkan ghiroh masyarakat muslim Indonesia yang tergabung dalam IKKIY untuk senantiasa taat dan beribadah kepada Tuhannya, terlebih pada bulan Ramadan.
Untuk itu, masyarakat muslim Yunani bersama IKKIY pun mengusahakan hadirnya masjid di Athena sebagai tempat ibadah mereka.
Meski harus melalui prosedur yang tidak sederhana, di mana masyarakat muslim Yunani dan IKKIY harus berkoordinasi dengan KBRI Indonesia di Athena dan menyewa seorang Advokat hingga memakan waktu yang lama, namun semangat mereka untuk mewujudkan hadirnya masjid di lingkungan itu tak lantas meredup.
Ustaz Achmad berharap semoga di tahun 2024 ini, impian tersebut bisa segera terwujud dan mendapatkan akta legalitas dari pihak berwenang setempat.
Semarak ihya malam Ramadan di Athena pun terpancar saat Ustaz Achmad Arif selaku Dai Ambassador Dompet Dhuafa hadir di tengah-tengah masyarakat muslim Yunani. Di hari pertamanya menginjakkan kaki di Athena, Ustaz Achmad Arif langsung membersamai masyarakat muslim di sana dengan mengikuti Buka Puasa Bersama, salat Magrib dan Isya berjemaah, dilanjutkan dengan salat Tarawih serta kultum dengan tema “Maqosid Syariah dalam Ibadah Puasa Ramadan”.
Para jemaah di Athena, Yunani menyambut Dai Ambassador Dompet Dhuafa dengan gegap gempita karena mereka telah lama merindukan kehadiran sosok dai dari Dompet Dhuafa yang sempat terkendala hadir di sana selama masa pandemi Covid-19.





