JAKARTA, KBKNEWS.id – Tiga pekan sejak banjir dan longsor melanda Pulau Sumatera, sejumlah daerah terdampak dilaporkan masih minim menerima bantuan.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, harapan tetap tumbuh dari inisiatif dan semangat saling menolong masyarakat lintas usia.
Aksi kepedulian itu salah satunya datang dari siswa dan siswi Insan Cendekia Boarding School, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Pada Selasa (16/12/2025), mereka menyerahkan hasil penghimpunan dana yang diinisiasi secara mandiri melalui kegiatan pentas seni serta kampanye di media sosial.
Selain berasal dari para orang tua, para siswa juga menyisihkan hasil kegiatan yang mereka laksanakan hingga terkumpul donasi sekitar Rp1.500.000.
Pentas Seni yang merupakan salah satu agenda terbesar di Insan Cendekia Boarding School tersebut kemudian disepakati untuk disalurkan melalui Dompet Dhuafa agar manfaatnya dapat menjangkau lebih luas.
“Ini penghimpunannya dari anak-anak melalui media sosial sebenarnya, dan donatur terbesarnya memang orang tua. Namun anak-anak juga menyumbangkan hasil uang kegiatan mereka kemarin. Donasi sekitar Rp1.500.000 ini murni inisiatif anak-anak untuk disalurkan ke Dompet Dhuafa, saya hanya membantu meneruskan,” ujar Meuthia, salah satu guru Insan Cendekia Boarding School.
Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh Akmal, siswa Insan Cendekia Boarding School, kepada Yudha Andilla selaku Manager Fundraising Retail Dompet Dhuafa.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima amanah kebaikan dari Insan Cendekia Boarding School untuk disalurkan kepada penyintas banjir bandang di Sumatera. Kami sangat mengapresiasi empati dan kepedulian anak-anak. Ini juga bukan kali pertama Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Insan Cendekia. Semoga berkah,” kata Yudha Andilla.
Aksi kepedulian yang digerakkan para siswa ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa semangat berbagi dan empati dapat tumbuh sejak dini dan diwujudkan melalui langkah sederhana.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat luas untuk terus menguatkan solidaritas. Setiap uluran tangan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi para penyintas. Kepedulian yang dirajut bersama menjadi harapan, dan solidaritas menjadi jalan untuk memulihkan kehidupan mereka.





