Debat Terakhir Pendongkrak Elektabilitas

TIGA pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan all out menawarkan visi-misi dan program mereka jika terpilih untuk memimpin ibukota RI selama lima tahun ke depan dalam debat ketiga atau terakhir, Jumat malam (10/2).

Hasil survei Litbang Kompas (Kompas 9/2) menunjukkan, elektabilitas paslon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Basuki masih mengungguli kedua paslon lain dengan raihan 36,2 persen, naik 3,2 persen dibandingkan hsil survei pada Desember lalu (33,0 persen).

Elektabilitas paslon nomor urut 1 (Agus Harimurti – Sylvia Murni) anjlok 8,9 persen dari 37,1 persen menjadi 28,2 persen), sedangkan elektabilitas paslon nomor urut 3 Anies Baswedan – Sandiaga Uno naik sembilan persen dari 19,5 persen ke 28,5 persen. Masih ada 7,1 persen rseponden lagi yang belum menentukan pilihan.

Minat responden (804 orang) terhadap program debat publik ternyata cukup tinggi yakni 57,6 persen pada debat pertama bertemakan “Pembangunan Sosial Ekonomi” (13/1) dan 62,2 persen pada debat kedua yang mengambil tema “Reformasi Birokrasi, Palayanan Publik dan Penataan Kota”.
Mengingat 7,1 responden belum menentukan pilihan dan 28,4 persen responden yakin berubah fikiran setelah menyaksikan debat, debat ketiga atau terakhir akan menjadi pertaruhan menentukan bagi ketiga paslon.

Kemampuan paslon untuk meyakinkan calon pemilih atas janji dan program yang ditawarkan akan berdampak pada peningkatan atau anjloknya elektabilitas mereka, kata peneliti enior LIPI Syamsuddin Haris.
Jika Jakarta menjadi barometer Indonesia, di kancah Pilkada, pertarungan juga berada di level panggung politik nasional dan di belakang para paslon ada politisi gaek kaliber nasional.

Tidak tanggung-tanggung, presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat), presiden ke-5 Megawati (Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Pembaruan ) dan mantan capres sebelumnya, Prabowo Subianto (Ketua Umum Patai Gerindra) ikut turun gunung melakukan kampanye untuk jago-jago yang diusung partai masing-masing.

Pilkada aman dan damai
Ajakan agar semua pihak menahan diri dan menjaga suasana damai memasuki masa tenang Pilkada, 12 – 14 Februari sudah disampaikan oleh para tokoh agama, pimpinan kepolisian dan juga Presiden Joko Widodo.
Presiden berharap agar tidak dilakukan aktivitas yang dapat menganggu ketenangan warga di masa tenang Pilkada 2017. “Namanya masa tenang. Semua harus tenang. Jangan ada percikan sekecil apa pun, “ kata Presiden saat menghadiri Hari Pers di Ambon (8/2).

Himbauan pada semua pihak agar menjaga ketenangan dan untuk tidak menggelar aksi massa juga disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir dan Rais Aam PB Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin.
Keduanya meminta agar warga tetap tinggal di daerah masing-masing, tidak perlu berbondong-bondong datang ke Jakarta mengikuti aksi massa turun ke jalan yang akan digelar ormas tertentu pada Sabtu (11/2), Minggu (12/2) dan saat pelaksanaan pemungutan suara Pilkada, Rabu (15/2).

Sedangkan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengemukakan, ia sudah mendapatkan informasi bahwa format aksi turun ke jalan, Sabtu (11/2) telah diubah menjadi doa bersama di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Menurut Tito, aktivitas murni keagamaan itu positif, sehingga jajaran Polda Metro Jaya dan Mabes Polri ikut mendukung dan menyediakan pengamanannya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nasrullah dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Juri Ardianto menyampaikan pernyataan senada untuk mengawal masa tenang yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada calon pemilih untuk memilih jagonya.

Yang disayangkan, ujaran kebencian, hoax , fitnah dan provokasi benuansa SARA masih bersliweran di media sosial, sehingga mencederai peradaban dan etika politik yang hendak dibangun dalam penjaringan calon pemimpin ke depan dalam penyelenggaraan pilkada.

Sulit untuk melacak dan menyeret pelakunya, karena semua pihak menyatakan ingin pilkada yang bersih dan bermartabat, namun publik tidak pernah tahu siapa yang bermain di belakang layar.

Semoga pilkada serentak 2017 berjalan aman dan damai serta menghasilkan pemimpin amanah, jujur dan adil.

Advertisement