Konflik Suriah Bergeser ke Al-Bab

Ilustrasi Tank pasukan pemerintah Suriah di luar kota Al-Bab, Suriah utara yang menjadi basis NIIS

‘TIDAK ada sahabat atau lawan abadi, yang ada cuma kepentingan abadi’ ungkap pameo lama, seperti halnya terjadi di tengah konflik Suriah yang sudah berlangsung lebih lima tahun.

Pihak-pihak yang semula berseteru, sementara berada di satu kubu menghadapi musuh bersama yakni pasukan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) yang dikepung dari berbagai arah, di kota Al-Bab, setelah basis utamanya di kota Aleppo, Suriah utara jatuh ke tangan lawan-lawannya di penghujung 2016.

Kali ini pasukan NIIS dikeroyok oleh pasukan loyalis al-Assad (rezim petahana), satuan Unit Pelindung Rakyat (YPG) berintikan milisi Kurdi, dan milisi perlawanan Suriah pro-Turki yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF) beranggotakan multi etnis dan agama.

Posisi YPG terbilang unik, karena berada di satu kubu bersama Turki melawan pasukan loyalis al-Assad, namun diperangi dalam Operasi Perisai Eufrat yang dilancarkan Turki untuk menggagalkan pembentukan negara Kurdi di wilayah tapal batasnya dan kali ini bahu-membahu mengurung NIIS di Al-Bab.

Milisi Suriah pro Turki dan pasukan Turki sendiri, didukung kekuatan udaranya dilaporkan telah menguasai sejumlah wilayah di kota Al-Bab dan mengklaim telah menewaskan 58 anggota NIIS.
Sedangkan satuan-satuan pemerintah Suriah dengan dukungan tank-tank dan artileri berat dilaporkan bergerak cepat dari kota Aleppo, mengepung Al-Bab dari arah selatan dan tenggara.

Sementara pasukan SDF, melakukan manuver untuk menyusup masuk ke kota Al-Bab dari arah timur atau dari kota Manbij dan propinsi Raqqa. Dengan demikian, posisi pasukan NIIS praktis sudah terkepung di kota Al-Bab dari berbagai arah.

Medan tempur baru
Kampanye memerangi NIIS kemungkinan akan segera berakhir dengan perkiraan a Al-Bab akan jatuh dalam waktu dekat ini, namun demikian, dikhawatirkan nantinya Al-Bab akan menjadi ajang pertempuran baru yang diperebutkan antara Turki, SDF dan pasukan rezim al-Assad.

Turki dengan Operasi Perisai Eufrat berambisi menguasai Al-Bab setelah sebelumnya berhasil menduduki Jablus guna memutus rantai basis perlawanan pasukan Kurdi di Afrin, Suriah Utara dan Kobane, Suriah timur laut.

Bagi Turki, wacana pembentukan negara Kurdi Raya di sepanjang perbatasannya yang diperjuangkan oleh YPG dianggap merupakan ancaman serius bagi kedaulatannya.

Tampaknya konflik Suriah belum akan berakhir pasca jatuhnya kota Aleppo. Pertempuran hanya bergeser ke kota Al-Bab. (AP/AFP/Reuters/NS)

..

,

Advertisement