Delapan juta penduduk dunia mengidap TBC

WHO mencatat, sekitar delapan juta dari total 8,2 miliar penduduk dunia mengidap TBC, sedangkan di Indoneia sekitar satu juta, yang meninggal 134.000 orang

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencacat lebih dari delapan juta dari total 8,2 miliar (0,97 persen) penduduk dunia didiagnosis mengidap penyakit tuberculosis (TBC) yang menyerang organ  pernafasan (paru-paru).

Sementara di Indonesia, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengacu Tuberculosisi (TB) Report 2023 menyebutkan, estimasi kasus TBC meningkat menjadi 1.060.000 kasus baru pertahun, sedangkan angka kematian mencapai 134 ribu per tahun.

Imran mengatakan penemuan kasus di Indonesia meningkat tinggi pada 2023 dan penderita TB sebanyak 820.789 kasus yang ditemukan dari estimasi 1.060.000 kasus

Di level global, dari delapan juta pengidapnya, 1,25 juta orang meninggal karena TBC atau  berarti penyakit tersebut menjadi  penyebab utama kematian akibat penyakit menular setelah COVID-19 menggusurnya selama pandemi (2020 – 2023).

“Faktanya, TBC masih membunuh dan membuat begitu banyak orang sakit, padahal kita memiliki alat untuk mencegahnya, mendeteksinya, dan mengobatinya,” ujar Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“WHO mendesak semua negara untuk membuat komitmen konkret yang telah mereka lakukan untuk memperluas penggunaan alat-alat tersebut demi mengakhiri TBC,” lanjutnya.

Sejumlah negara di Asia termasuk Indonesia sangat terdampak oleh TBC selain India, Cina, Filipina, dan Pakistan yang menyumbang lebih dari setengah kasus TBC di dunia.

Menurut laporan, 55 persen penduduk dunia dengan TBC adalah laki-laki, sementara 33 persen adalah perempuan dan 12 persen adalah anak-anak dan remaja muda.

Banyak kasus TBC baru dilatarbelakangi oleh lima faktor risiko utama: kekurangan gizi, infeksi HIV, gangguan penggunaan alkohol, merokok (terutama di kalangan pria) dan diabetes.

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri di udara yang sebagian besar menyerang paru-paru. Kira-kira seperempat dari populasi global diperkirakan memiliki TBC tetapi hanya sekitar lima sampai 10 persen dari mereka yang mengeluhkan gejalanya.

Orang dengan infeksi TBC sering tidak merasa sakit dan tidak menular. Hanya sebagian kecil orang yang terinfeksi TB yang akan mengalami gejala, dengan bayi dan anak-anak berisiko lebih tinggi.

“Gejala TBC mungkin ringan selama berbulan-bulan, sehingga mudah untuk menyebarkan penyakit kepada orang lain tanpa menyadarinya,” catat WHO.

Apresiasi keberhasilan 

Pada bagian lain Imran mengapresiasi keberhasilan pengobatan TB (treatment success rate) di lima povinsi yang meningkat TB Sensitif Obat (SO)  86 persen dari target 90 persen yakni Lampung, Gorontalo, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Banten.

“Sementara untuk TB Resisten Obat (RO) 55 persen, belum ada provinsi yang bisa mencapai target karena pengobatan yang panjang bahkan ada yang mencapai lima tahun,” kata Imran.

Eliminasi TB di Indonesia sesuai dengan target global pada 2030 dilakukan dengan tiga indikator yaitu Treatment Coverage, penemuan kasus TB lebih dari 90 persen. Kedua, Succsess Rate (sukses dalam pengobatan) leboh dari 90 persen, dan Terapi Pencegahan TB (TPT) kontak serumah lebih dari 80 persen.

“Penemuan kasus semakin baik, secara program bagus karena  bisa segera mengobati mereka sehingga mereka tidak menyebarkan ke orang lain,” kata Imran.

Imran menambahkan yang perlu digarisbawahi yaitu TB anak, yang kasuanya naik 2,5 kali lipat  didanding 2021, apalagi mengingat target Indonesia Emas pada 2045.

Cakupan terapi TB di Indonesia masih rendah sebesar 2,6 persen, padahal targetnya mencapai 50 persen. Imran mengatakan cakupan penemuan kasus TB di Indonesia sudah membaik, yang  sebelumnya kurang dari 60 persen.

Pada 2022 menjadi 68 persen dan pada 2023 naik lagi menjadi 77 persen sehingga Indonesia termasuk dari beberapa negara di dunia yang peningkatan penemuan kasusnya tinggi serta mendapatkan apresiasi

Jangan lengah, apalagi membuat pencapaian tahun emas pada 2045 gagal gegara masalah Kesehatan termasuk gagal mengatasi TBC.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here