Demonstrasi di Iran Ricuh, Pemerintah Blokir Akses Internet

Demonstrasi di Iran rusuh, paksa pemerintah blokir internet/ VOA

IRAN – Demonstrasi di Iran berlangsung menjadi ricuh setelah pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Minggu (17/11/2019) memberi dukungan terhadap keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Kerusuhan juga membuat pemerintah menutup akses internet di seluruh Iran dalam usaha memadamkan protes sehubungan kenaikan harga bahan bakar sampai 50 persen.

Demonstrasi berlangsung di lebih dari sepuluh kota menyusul keputusan Presiden Hassan Rouhani pada dini hari Jumat untuk menghapus subsidi bahan bakar.

Namun, bensin di negara itu masih termasuk yang paling murah di dunia, harga baru naik menjadi 15 ribu rial per liter atau sekitar 1.800 rupiah per liter.

Warga Iran turun ke jalan-jalan di puluhan kota besar dan kecil untuk menunjukkan kemarahan atas keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dua kali lipat.

Demonstran di ibukota provinsi Azerbaijan di Iran bentrok dengan polisi hari Sabtu (16/11/2019), dan melempari polisi dengan batu di sebuah jalan utama di kota Tabriz. Video menunjukkan lalu lintas terhenti ketika polisi mengejar para demonstran supaya menjauhi jalan raya itu.

Demonstran juga menggunakan mobil dan bus untuk merintangi lalu lintas di ibukota Teheran ditengah badai salju yang tidak biasa. Video lain menunjukkan pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan dimuka kantor milisi pro-pemerintah di Teheran.

Sementara media Arab  melaporkan bahwa Iran telah menutup pos perbatasan dengan Irak ketika aksi demonstrasi di sana terus berkecamuk. Ulama Syiah Irak yang utama, Ayatollah Ali Sistani mendukung para pengunjuk rasa di Iran lewat khotbah salat Jumat yang dibacakan oleh salah seorang pengikutnya.

Mantan Presiden Iran Abolhassan Bani Sadr mengatakan pada VOA bahwa banyak warga Iran yang mendukung Ayatollah Sistani dan pesannya kepada rakyat Irak tampaknya juga bergema di Iran.

Bani Sadr menyatakan jika Ayatollah Sistani mendukung rakyat sebagai sumber keabsahan pemerintah, dan ini adalah kecaman langsung atas pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan prinsip yang mengatakan bahwa rakyat harus dipimpin oleh tokoh agama yang baik.

Bani Sadr menambahkan,  keadaan ekonomi di Iran sangat serius, dan negeri itu punya defisit anggaran yang lebih dari lima milyar dollar.

Keputusan menaikkan harga bahan bakar, katanya, langsung dibuat oleh Ayatollah Khamenei dan bukan parlemen Iran, dan ini menimbulkan kemarahan rakyat.

Advertisement