Jakarta, KBKNews.id – Penyanyi sekaligus entertainer Denada kembali menjadi perbincangan publik setelah penampilannya terlihat berbeda. Wajahnya tampak lebih segar, sementara bentuk payudaranya terlihat lebih berisi.
Tak berspekulasi, Denada secara terbuka mengakui telah menjalani operasi plastik, termasuk operasi pembesaran payudara.
Pemilik nama lengkap Denada Tambunan ini mengaku menjalani operasi payudara di Thailand pada November 2025, di rumah sakit yang sama saat ia melakukan operasi hidung sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil secara sadar demi menunjang penampilan sebagai figur publik yang masih aktif di dunia hiburan.
“Purely ingin mempercantik diri. Itu yang paling gampang dan aku rasa itulah yang paling aku utamakan,” ujar Denada saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Selain faktor estetika, Denada juga menyebut adanya pertimbangan medis. Penurunan berat badan yang cukup drastis berdampak pada elastisitas kulit dan bentuk tubuhnya, termasuk area dada. Di usia 47 tahun, ia merasa perlu melakukan tindakan medis agar tetap percaya diri dan nyaman dengan penampilannya.
Pengakuan Denada ini membuka ruang diskusi publik tentang operasi implan payudara. Ini merupakan sebuah prosedur medis yang semakin umum dilakukan, baik untuk alasan estetika maupun rekonstruksi.
Apa Itu Operasi Implan Payudara?
Operasi implan payudara merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk, ukuran, dan volume payudara dengan cara menempatkan implan di bawah jaringan payudara atau otot dada. Tindakan ini dapat dilakukan untuk dua tujuan utama, yaitu:
- Tujuan estetika, seperti pembesaran atau pengencangan payudara
- Tujuan rekonstruksi, misalnya setelah mastektomi akibat kanker payudara atau cedera
Meski dapat meningkatkan kepercayaan diri, operasi ini tetap memiliki risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh sebelum dijalani.
Jenis Implan Payudara yang Umum Digunakan
Secara umum, terdapat dua jenis implan payudara yang sering digunakan dalam prosedur medis.
1. Implan Saline
Implan saline berupa kantung silikon yang diisi dengan air garam steril. Pengisiannya dapat dilakukan sebelum atau saat operasi berlangsung. Jika terjadi kebocoran, cairan saline akan diserap tubuh secara alami.
Implan jenis ini diperbolehkan untuk tujuan pembesaran payudara pada wanita usia 18 tahun ke atas. Sementara untuk rekonstruksi dapat dilakukan pada semua usia.
2. Implan Silikon
Implan silikon berisi gel silikon yang menyerupai lemak manusia sehingga dianggap memberikan hasil yang lebih alami secara visual dan sentuhan. Karena karakteristiknya, implan ini menjadi pilihan utama dalam operasi estetika.
Untuk tujuan pembesaran payudara, implan silikon hanya direkomendasikan bagi wanita usia 22 tahun ke atas. Sedangkan untuk rekonstruksi dapat digunakan pada berbagai usia.
Prosedur Operasi Implan Payudara
Operasi implan payudara termasuk tindakan bedah besar dan hanya dapat dilakukan oleh dokter bedah plastik berkompeten. Secara umum, tahapan prosedurnya meliputi:
- Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum operasi
- Penghentian konsumsi obat-obatan tertentu sesuai arahan dokter
- Pembiusan total (anestesi umum)
- Sayatan di area bawah payudara, ketiak, atau sekitar puting
- Pemasangan implan di atas atau di bawah otot dada
- Penutupan sayatan dengan jahitan dan perban
Proses operasi biasanya berlangsung selama 1–2 jam. Setelahnya, pasien akan mengalami pembengkakan dan nyeri ringan yang umumnya mereda seiring waktu.
Perawatan dan Pemulihan Pascaoperasi
Masa pemulihan menjadi fase penting dalam keberhasilan implan payudara. Pasien disarankan untuk:
- Menggunakan bra khusus atau sport bra sebagai penopang
- Menghindari aktivitas berat selama 4–6 minggu
- Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai resep dokter
- Melakukan pemeriksaan rutin, termasuk MRI setiap 2–3 tahun. Pemeriksaan berkala penting untuk mendeteksi dini jika terjadi kebocoran, pergeseran, atau kerusakan implan.
Dampak dan Risiko Implan Payudara yang Perlu Dipertimbangkan
Di balik manfaat estetika, operasi implan payudara memiliki sejumlah risiko kesehatan, antara lain:
- Nyeri dan pembengkakan payudara
- Infeksi atau perdarahan
- Perubahan sensitivitas puting dan payudara
- Pembentukan jaringan parut atau kapsul yang mengeras
- Pecah atau bocornya implan
- Gangguan produksi ASI
- Risiko langka kanker limfoma non-Hodgkin terkait implan
Selain itu, biaya operasi implan payudara tergolong mahal. Umumnya tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan jika dilakukan untuk tujuan estetika.
Manfaat Implan Payudara bagi Sebagian Wanita
Jika dilakukan dengan pertimbangan matang, implan payudara juga memiliki manfaat, seperti:
- Meningkatkan ukuran dan volume payudara
- Memperbaiki payudara yang tidak simetris
- Mengembalikan bentuk payudara setelah kehamilan atau penurunan berat badan
- Membantu rekonstruksi payudara pasca mastektomi
- Meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan terhadap tubuh sendiri





