JAKARTA, KBKNEWS.id – Serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel kembali menghantam Iran dengan menargetkan sejumlah depot bahan bakar di Teheran dan Karaj.
Warga setempat menggambarkan ledakan besar yang membuat malam hari berubah terang seperti siang.
Seorang warga mengatakan kilatan cahaya merah muncul sebelum gelombang ledakan mengguncang rumah-rumah di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, langit kembali menyala dan terlihat awan merah besar setelah depot minyak terbakar.
Rekaman video yang beredar menunjukkan api membakar jalan di dekat salah satu depot di Teheran. Dalam video tersebut terdengar seorang pria menyebut toko dan rumah di sekitar lokasi ikut terbakar.
Dilansir BBC, Beberapa warga Karaj menyebut kota mereka sempat tenang sehari sebelumnya, namun kembali dilanda serangan hebat. Salah seorang warga mengatakan depot minyak di wilayah itu terbakar selama berjam-jam
setelah ledakan besar terjadi.
Pemerintah Iran menyatakan tengah memantau kualitas udara di ibu kota dan meminta warga tetap berada di dalam rumah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut serangan tersebut melepaskan bahan berbahaya dan zat beracun ke udara yang dapat mengancam keselamatan warga.
Seorang warga Teheran mengatakan kota itu kini diselimuti asap tebal hingga matahari sulit terlihat. Ia mengaku mencium bau benda terbakar di udara sejak serangan terjadi.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah memasuki pekan kedua. Konflik ini dipicu setelah serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah aset dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut pernyataan Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani, sedikitnya 1.332 warga sipil Iran tewas dan ribuan lainnya terluka akibat serangan tersebut.





