PARIS – Dewan Muslim Perancis berencana akan membentuk yayasan guna membantu mendanai masjid-masjid di Perancis agar masjid tidak lagi didanai oleh dermawan yang menganut sistem radikal.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Muslim Perancis, Anouar Kbibech, yang mengusulkan nantinya yayasan akan mendanai pembangunan dan pengelolaan masjid serta pembiayaannya dari uang yang disumbangkan pengusaha sektor makanan halal.
Perancis, negara dengan komunitas Muslim terbesar di Eropa, adalah negara sekuler yang melarang penggunaan uang negara untuk tempat ibadah. Sebelumnya, Perdana Menteri Manuel Valls, Minggu (31/7/2016), mengatakan ingin mengakhiri pembiayaan luar negeri untuk pembangunan masjid.
“Hampir semua Muslim Perancis lekat dengan ajaran Islam yang menenangkan, terbuka, dan toleran. Mereka menghormati sepenuhnya nilai-nilai dan undang-undang Republik,” ujar Kbibech., dikutip dari VOA.
Perdebatan tentang pendanaan masjid di Perancis kembali merebak setelah pembunuhan pastor tua di sebuah gereja Normandia oleh dua ekstremis Muslim minggu lalu. Sebagian pengamat mengatakan adanya pengaruh asing atas masjid-masjid tertentu dan tempat ibadah di Perancis bisa mendorong radikalisasi jemaah.
Cazeneuve mengatakan sudah 20 tempat ibadah Muslim ditutup dalam beberapa bulan ini karena pandangan radikal yang diajarkan di sana.
Kbibech mengatakan, Dewan Muslim Perancis juga sedang berusaha memperbaiki pelatihan imam-imam di Perancis supaya mereka memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang sejarah sekuler negara itu dan lembaga-lembaga Republik.




