Dewi Sandra Tersentuh Lihat Anak Difabel Antusias Ikuti Pelatihan Masak

JAKARTA – Artis Dewi Sandra yang ikut meramaikan kelas memasak di Namuri Culinary Studio, Jl. H. Saaba Komplek KPAD Blok F42, Rabu (25/9/2019) mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak yang menderita tuna rungu sebagai peserta acara ini.

“Hari ini kita bersama The Little Hijabi Homeschooling yang diundang oleh Mba Lisa untuk belajar memasak. Hari ini juga ada beberapa volunteer yang belajar dan ingin mengakrabkan diri dengan teman-teman tuli. Which is seru banget,” ujar Dewi Sandra, di sela kegiatan yang merupakan kerja sama antara Namuri Culinary Studio dengan Little Hijabi Homeschooling yang didukung oleh Dompet Dhuafa, Wardah, Bosowa Peduli, dan Good Time.

Menurutnya, pelatihan semacam ini penting. Penting karena ini dapat melatih rasa percaya diri mereka untuk bisa lebih berekspresi lagi.

“Mereka belajar memasak. Mereka belajar bertanggung-jawab. Mereka belajar kritis dari karya-karya. Kita lihat sendiri, di sini, kepercayaan diri itu terangkat. And then, itu menambahkan hal positif yang sudah ada di diri mereka,” tambah Dewi Sandra.

Ini merupakan pertemuan mereka yang pertama setelah lima bulan tidak saling jumpa. Ada beberapa di antara mereka yang sempat shooting bareng dalam suatu kegiatan. Tapi mereka memang sudah lama saling mengenal. Maka ketika Dewi Sandra datang, mereka tidak seperti orang asing yang baru saling kenal. Tapi, seperti sahabat akrab yang sudah lama tidak bertemu.

“Aku sering berinteraksi sama mereka. Aku pasti kangen banget sama mereka. Sudah lima bulan tidak bertemu mereka. Terus kita ketemu lagi. Itu buat aku tersentuh,” lanjutnya.

Kegiatan-kegiatan seperti ini menurutnya harus sering-sering ada. Selain untuk manambah rasa percaya diri, juga memberikan keterampilan tambahan. Seperti yang dilakukan Dewi Sandra ketika membantu adik-adik The Little Hijabi Homeschooling memasak.

Di sesi akhir perbincangan, Dewi Sandra berpesan, melalui kegiatan ini juga meningkatkan kekerabatan kita sebagai sesama. Karena pada dasarnya “We are the same. Nggak ada yang beda. Hanya bagaimana cara kita belajar menghargai perbedaan itu,” tandasnya, dilansir laman dompetdhuafa.org, Jumat (27/9/2019).

Advertisement