AMBON – Tim relawan DMC Dompet Dhuafa masih terus melakukan assesment dampak wilayah, dampak kesehatan dan dampak ekonomi di wilayah Kota Ambon.
“Hingga kini relawan DMC Dompet Dhuafa masih terus melakukan assesment dampak wilayah, dampak kesehatan dan dampak ekonomi di wilayah Kota Ambon. Selain itu, tim di lapangan juga akan setup Motor Kilat untuk suplay logistik dan kebutuhan medis, serta Taman Ceria sebagai salah satu pendampingan psikososial. Jika memungkinkan rutenya, kami juga tengah menyiapkan Klinik Terapung yang saat ini berada di Lombok,” ungkap Benny, selaku Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Dia juga menjelaskan situasi Ambon saat ini warga masih waspada dengan mengungsi di depan rumah masing-masing dan sebagian mengungsi di ketinggian.
“Hal tersebut yang saat ini terinfo dari relawan Dompet Dhuafa yang sudah berada di lapangan,” ujar Benny, dilansir laman dompetdhuafa.org.
Berdasarkan data diterima tim DMC Dompet Dhuafa di lapangan, sebanyak empat orang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan, yakni Ny. Djamila Lasaiba (dirawat pada RS terdekat), Ny. Gamar Assagaf (dirawat pada RS terdekat), dan seorang dari warga Dusun Wailusun Desa Waai Kabupaten Maluku Tengah. Sedangkan untuk korban yang meninggal hingga Jumat (27/9/2019) pagi tercatat 23 jiwa.





