JAKARTA, KBKNEWS.id – Memasuki pekan ketiga pascabanjir bandang yang melanda Aceh sejak 26 November 2025, relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus menjalankan aksi kemanusiaan tanpa jeda panjang.
Di tengah lumpur, tumpukan kayu, akses terputus, dan ancaman bencana susulan, relawan tetap siaga selama 24 jam penuh.
Sejak hari pertama bencana, relawan DMC Dompet Dhuafa mendampingi penyintas di berbagai titik terdampak. Mereka terlibat dalam evakuasi warga, pengelolaan logistik, distribusi pangan darurat dan kebutuhan pokok, pendirian dapur umum, penyaluran air bersih, pembangunan pos hangat, layanan kesehatan, hingga Psychological First Aid (PFA).
Intensitas kerja tinggi membuat waktu istirahat menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui sistem manajemen respons bencana. Secara kelembagaan, DMC Dompet Dhuafa menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur ritme kerja relawan, pembagian tugas tim dan sub-tim, serta pengelolaan stamina.
Secara personal, setiap relawan dilatih untuk memanfaatkan celah waktu sekecil apa pun untuk beristirahat. Tidur singkat di sela perjalanan menjadi strategi penting untuk menjaga kewaspadaan. Dalam perjalanan darat dari Bireuen ke Langsa, misalnya, yang memakan waktu sekitar enam jam akibat jalur terputus, relawan yang tidak bertugas menyetir bergantian beristirahat.
Hal serupa terjadi saat menempuh jalur air dari Langsa menuju Kampung Sekumur, Aceh Tamiang. Perjalanan sungai selama kurang lebih tiga jam dimanfaatkan relawan untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bertugas setibanya di lokasi.
Kondisi lapangan turut memperberat situasi. Hampir seluruh wilayah terdampak banjir, membuat bangunan layak untuk berteduh sangat terbatas. Relawan beristirahat di tempat seadanya, beralaskan perlengkapan darurat, serupa dengan kondisi para penyintas.
Meski demikian, kewaspadaan tetap dijaga. Ancaman perubahan situasi di wilayah bencana menuntut relawan selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Ketangguhan ini merupakan hasil dari pelatihan kerelawanan dan tanggap bencana yang secara rutin dilakukan Dompet Dhuafa, bahkan di luar masa darurat.
Dengan bekal tersebut, relawan DMC Dompet Dhuafa terus hadir di garis depan, memastikan para penyintas tidak pernah merasa sendirian dalam menghadapi dampak banjir bandang.





