Di Tengah Tekanan Pasar, Preskom BCA Beli 67.000 Saham BBCA

Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, tercatat kembali menambah kepemilikan sahamnya. (Foto: BCA)

Jakarta, KBKNews.id – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, tercatat kembali menambah kepemilikan sahamnya di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Aksi beli saham ini terungkap melalui laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Dalam laporan tersebut, Jahja membeli sebanyak 67.000 saham BBCA pada harga Rp7.450 per saham. Seluruh transaksi dilakukan dalam satu kali pembelian, dengan total nilai mencapai sekitar Rp499 juta.

“Tujuan transaksi ini adalah untuk investasi,” tulis Jahja dalam dokumen keterbukaan informasi yang dirilis ke publik.

Kepemilikan Saham Masih di Bawah 1%

Meski menambah portofolio, porsi kepemilikan saham Jahja di BCA masih tergolong kecil secara persentase. Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya tercatat tetap berada di kisaran 0,03% dari total saham beredar, atau setara dengan 35.000.644 saham BBCA.

Aksi pembelian ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat saham BBCA tengah berada dalam tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Seiring meningkatnya volatilitas pasar dan arus keluar dana asing dari saham-saham perbankan besar.

Saham BBCA Tertekan, Asing Ramai Jual

Secara kinerja harga, saham BBCA mencatat koreksi cukup dalam. Hingga awal Februari 2026, saham ini melemah sekitar 5,88% secara year to date (ytd) dan turun 19,58% dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Tekanan jual juga terlihat jelas pada pekan lalu. Dalam periode perdagangan 26–30 Januari 2026, BBCA menjadi saham dengan nilai jual bersih asing terbesar di bursa, mencapai Rp8,11 triliun. Angka ini jauh melampaui saham perbankan besar lainnya, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat net sell asing Rp2,71 triliun.

Harga Saham Menguat, Transaksi Tertinggi di Bursa

Meski demikian, perdagangan pada Senin (2/2/2026) memberikan sinyal pemulihan jangka pendek. Pada penutupan sesi bursa sore hari, saham BBCA ditutup menguat 200 poin atau 2,7% ke level Rp7.600 per saham.

Dari sisi likuiditas, BBCA juga mencatatkan nilai transaksi harian tertinggi di pasar saham, yakni sebesar Rp2,90 triliun. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp2,83 triliun. Disusul BMRI senilai Rp1,60 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp1,28 triliun.

Sinyal Kepercayaan Manajemen

Aksi pembelian saham oleh jajaran komisaris kerap dipersepsikan pasar sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Meski tidak selalu berdampak langsung pada pergerakan harga, langkah tersebut dinilai mencerminkan keyakinan internal terhadap prospek jangka panjang emiten.

Investor kini menanti apakah penguatan saham BBCA dapat berlanjut, di tengah dinamika pasar global dan sentimen terhadap sektor perbankan nasional.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here