Dinas ESDM Akui 60 Persen Listrik di Aceh Masih Padam

JAKARTA, KBKNEWS.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh menyebutkan sekitar 60 persen pasokan listrik di Aceh masih padam pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Kepala Dinas ESDM Aceh Taufik mengatakan, berdasarkan informasi dari PLN, hingga kini kelistrikan yang sudah kembali menyala baru mencapai sekitar 40 persen. Pihaknya juga belum dapat memastikan kapan sistem kelistrikan di seluruh Aceh bisa pulih secara normal.

“Informasi yang kami terima dari PLN, listrik yang menyala di Aceh baru 40 persen. Kami belum bisa memastikan kapan kelistrikan pulih sepenuhnya,” kata Taufik di Banda Aceh, Senin (15/12), dikutip Antara.

Ia menjelaskan, bencana banjir bandang dan longsor menyebabkan dua menara saluran tegangan tinggi roboh dan enam menara lainnya mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki. Kerusakan tersebut terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

PLN, kata dia, terus melakukan upaya pemulihan jaringan transmisi listrik, di antaranya di Kabupaten Bireuen serta jaringan Pangkalan Brandan menuju Langsa. Untuk wilayah Bireuen, perbaikan sejumlah menara saluran udara tegangan tinggi telah rampung.

“Saat ini yang masih dalam proses adalah jaringan Pangkalan Brandan ke Langsa. Laporan terakhir yang kami terima, progres perbaikannya sudah mencapai 85 persen,” ujarnya.

Taufik menambahkan, setelah perbaikan jaringan transmisi selesai, PLN akan segera melakukan penyambungan daya. Jika proses tersebut berjalan lancar, pasokan listrik di Aceh diharapkan dapat pulih secara bertahap.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan serta doa agar proses pemulihan sistem kelistrikan di Aceh dapat segera selesai tanpa hambatan berarti.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here