
MOJOKERTO – Dita Anggraini (5), bocah asal Dusun Kenongo, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto yang terbakar akibat tersiram bensin temannya, akhirnya mendapat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya pulang dari perawatan rumah sakit karena tidak punya biaya.
Selain melakukan perawatan luka pada kedua kaki korban, tim Dinsos juga membantu mengurus Surat Pernyataan Miskin (SPM) dan Kartu Keluarga (KK).
Tim yang datang ke rumah korban yakni Tim Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupatan Mojokerto, anggota Team Reaksi Cepat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (TRC PMKS Dinsos) Kabupaten Mojokerto dan Team Pusat Perawatan Luka Majapahit. Mereka berbagi tugas untuk membantu korban anak kedua Haryanto tersebut.
Dilaporkan beritajatim.com, Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Mojokerto, Didiek Soedarsono mengatakan, kedatangan tim untuk melakukan assement dan pendampingan.
“Tim mengupayakan untuk memperoleh SPM dan membantu mengurus KK karena korban belum masuk dalam KK sehingga kesulitan mendapatkan SPM dari desa,” ungkapnya, Kamis (9/6/2016).
Didik menyayangkan, perangkat desa yang kurang tanggap terhadap kondisi korban. Padahal, lanjut Didik, kejadian yang dialami korban terjadi pada 23 Mei 2016 lalu dan bahkan korban terpaksa pulang dari RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto karena tidak ada biaya.
Menurut Didik pihaknya baru mengetahui peristiwa ini setelah ada postingan di media sosial.
“Perangkat desa seharusnya tanggap dengan kondisi warganya karena pemerintah tidak bisa memantau satu per satu kondisi masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Perangkat desa merupakan kepanjangan tangan pemerintah di tingkat desa, kita sangat menyesalkan kejadian ini karena kita tahu justru dari media sosial,” katanya.
Sementara itu, Team dari Pusat Perawatan Luka Majapahit, Ns. Vonny Nurmalya Megawati M.Kep mengatakan, korban dilakukan upaya perawatan luka dengan konsep Moisture Balance. “Yakni metode menjaga kelembaban luka sehingga diharapkan bisa mencegah rasa sakit pada saat mengganti penutup luka dan mencegah timbulnya luka baru,” ujarnya.
Dita mengalami luka bakar pada kedua kaki dan tangan kanannya. Bocah yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) ini, mengalami luka bakar setelah tersiram bensin milik temannya saat bermain di kuburan desa setempat.




