TEPI BARAT – Seorang remaja lelaki Palestina berusia 14 tahun terpaksa menjalani amputasi kaki setelah seorang tentara Israel menembaknya.
Menurut Defense for Children International (DCIP), Mahmoud Salah yang berusia 14 tahun dari desa Al-Khader sedang bermain sepak bola dengan teman-teman pada 21 Mei 2019 lalu.
Seorang tentara Israel kemudian menembak kakinya dengan amunisi hidup, setelah itu, bocah itu bersaksi, “dua tentara mendekat dan menendangnya”.
Mahmoud kehilangan kesadaran dalam perjalanan ke rumah sakit. Ketika dia sadar kembali pada hari berikutnya, DCIP melaporkan, “Mahmoud dijaga oleh tentara dan mengetahui bahwa dia telah menjalani dua operasi”.
“Staf medis memberitahunya bahwa kaki kirinya telah diamputasi di bawah lutut karena kerusakan tendon yang tidak dapat dikembalikan lagi”.
“Selama di rumah sakit, Mohammad dijaga oleh polisi perbatasan Israel dan salah satu tangannya diborgol ke tempat tidur. Empat hari setelah ditembak, pasukan Israel menginterogasi Mohammad dan menuduhnya melempar bom Molotov,” tambah DCIP, dilansir Middle East Monitor, Selasa (25/6/2019).
Namun Mohammad membantah tuduhan itu dan menolak untuk menandatangani pernyataan tersebut.
Menurut DCIP, sejak 2014 “Pasukan Israel semakin menargetkan anak-anak Palestina dengan kekuatan mematikan yang disengaja, sering dalam konteks protes”.
Antara Januari dan Mei 2019, DCIP telah “mendokumentasikan 55 kasus anak-anak Palestina yang terluka oleh amunisi hidup di tangan pasukan Israel”.





