JAKARTA, KBKNEWS.id — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) membuka layanan dapur umum bagi penyintas gempa di pengungsian mandiri Kedutu, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dapur umum yang dibuka pada Jumat (18/9/2026) tersebut melayani sekitar 54 jiwa yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Layanan ini membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang selama hampir sebulan pascagempa mengandalkan makanan sederhana seperti telur dan mi instan.
Salah satu penyintas, Elizabeth (55), mengaku senang dapat kembali menikmati makanan berbahan daging ayam. Selama berada di pengungsian, warga kesulitan mendapatkan menu makanan yang beragam karena bantuan bahan pangan datang tidak menentu.
“Senang sekali karena hari ini kami bisa makan ayam goreng dan ayam kecap. Selama ini, kami hanya makan telur dan mi instan. Terkadang hanya nasi putih bertabur garam,” tutur Elizabeth.
Selain membuka dapur umum di Kedutu, DMC Dompet Dhuafa juga menyalurkan makanan siap saji ke pengungsian mandiri Malos dan Dosi Nanga di Desa Jembatan Besi, Kecamatan Reok.
Kolaborasi DMC Dompet Dhuafa dan AASI menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih terdampak gempa Flores. Bantuan pangan tersebut diharapkan dapat meringankan beban penyintas selama menjalani masa pemulihan.





