JAKARTA – Setiap manusia pasti mendapat ujian dalam menjalani kehidupan. Salah satu ujian untuk manusia yakni sakit.
Doa untuk orang sakit dan adab menjenguk penting untuk diketahui sebagai cara membantu seseorang yang terkena ujian.
Seorang muslim bisa mendapat keutamaan jika menjenguk orang yang sakit.
إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ جَنَاهَا
“Sesungguhnya seorang muslim jika menjenguk saudaranya muslim (yang sedang sakit), maka dirinya senantiasa berada di dalam khurfah surga hingga dirinya kembali.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah khurfah surga itu?” Beliau menjelaskan, “Buah-buahan surga.“ (HR. Muslim no. 2568)
Doa untuk orang sakit sudah sepatutnya dihapalkan dan diamalkan saat menjenguk. Beberapa doa tersebut di antaranya:
3 Doa untuk Orang Sakit:
1.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ وَاشْفِهِ وأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
ALLAHUMMA RABBAN-NAS, ADZHIBIL BA’SA, WASYFIHI WA ANTA ASY-SYAFI, LA SYIFA’A ILLA SYIFA’UKA, SYIFA’AN LA YUGHADIRU SAQAMAN.
“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah ia, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit sedikit pun.” (HR. Bukhari no. 5311, Muslim no. 2191)
2.
بسم الله، تربة أرضنا، بريقة بعضنا، يشفى به سقيمنا، بإذن ربنا
BISMILLAHI, TURBATU ARDHINA, BIRIIQATI BA’DHINA, YUSYFAA BIHI SAQIIMUNA, BIIDZNI RABBINA
(Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya penyakit kami, dengan izin Rabb kami).” (HR. Bukhari no. 5745 dan Muslim no. 2194)
3.
لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُ
LAA BA’SA, THAHUUR INSYAALLAH
(Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah).” (HR. Bukhari no. 3616)
Sementara itu, mengunjungi orang sakit juga harus dengan adab yang sesuai tuntunan Islam.
6 Adab Menjenguk Orang Sakit
1. Niat yang Tulus
Sebelum melakukan tindakan apa pun, niat adalah kunci utama dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, perbuatan itu (diterima) menurut niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Memperhatikan Waktu yang Tepat
Adab dalam menjenguk orang sakit juga mencakup pemilihan waktu yang tepat. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah salah seorang di antara kalian mengunjungi saudaranya yang sakit di waktu pagi atau sore hari.” (HR. Muslim).
3. Berdoa untuk Kesembuhan
Setibanya di tempat orang sakit, berikan doa yang tulus dan panjatkan permohonan kesembuhan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Dua perkara yang tidak tertolak doanya, yaitu doa orang yang terdzolimi dan doa orang yang berkunjung kepada saudaranya.” (HR. Al-Hakim).
4. Berbicara dengan Lemah Lembut
Saat menjenguk orang sakit, kelembutan dan kehati-hatian dalam berbicara sangat penting. Allah SWT berfirman, “Dan ucapkanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih lemah lembut. Sesungguhnya setan yang paling jahat di antara mereka adalah yang menimbulkan permusuhan.” (QS. Al-Isra: 53).
5. Membawa Oleh-oleh atau Buah
Sebagai tanda perhatian, membawa oleh-oleh atau buah saat menjenguk orang sakit dapat memberikan kebahagiaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian memberi makan orang yang lapar dan mengucapkan salam kepada orang yang kalian kenal dan yang kalian tidak kenal.” (HR. Bukhari).
6. Menjaga Kebersihan Diri
Kebersihan diri sangat penting ketika hendak menjenguk orang sakit. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. At-Taubah: 108).





