Dokter Ungkap Penyebab Perempuan Lebih Rentan Terserang Migrain

0
99
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

JAKARTA – Migrain adalah kondisi sakit kepala berdenyut yang biasanya terjadi pada salah satu sisi kepala. Meskipun kondisi ini umum dan bisa dialami oleh siapa saja, risiko migrain lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria.

“Perempuan mempunyai peluang untuk menderita migrain tiga sampai empat kali lebih sering dibandingkan pria,” kata Dokter spesialis neurologi, dr. Restu Susanti, Sp.N(K). M.Biomed, dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa gejala migrain dapat memburuk jika penderita melakukan aktivitas fisik yang intens.

“Biasanya disertai dengan gejala mual, muntah, ataupun pasiennya merasa sensitif terhadap suara atau cahaya terang,” kata Restu.

Menurutnya, gejala migrain pada wanita biasanya berlangsung lebih lama, memiliki risiko kambuh yang lebih tinggi, dan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan pria.

Restu menjelaskan bahwa serangan migrain pada wanita berkaitan dengan hormon. Peningkatan hormon estrogen pada wanita, terutama selama siklus menstruasi atau kehamilan, dapat meningkatkan kadar calcitonin gene-related peptide (CGRP), yang bisa memicu serangan migrain.

“Pada wanita akan terjadi perubahan hormonal mulai dari pubertas, menstruasi, hamil, dan menopause. Dikatakan bahwa pada wanita estrogen memegang peran penting terhadap CGRP sebagai pencetus migrain,” jelas Restu.

Ia menambahkan, intensitas migrain pada wanita biasanya meningkat pada masa pubertas, memuncak pada masa reproduksi, dan menurun saat memasuki masa menopause.

Serangan migrain yang terus-menerus dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan gangguan emosional, yang berdampak pada kemampuan bersosialisasi dan pengasuhan anak pada wanita yang sudah berkeluarga.

“Apabila hal ini (migrain) terus berlanjut, tentu dampak yang didapatkan adalah penderita yang memiliki anak akan mempengaruhi parenting dan prestasi akademik anaknya,” katanya.

Ia menekankan bahwa gejala migrain dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk olahraga teratur, makan sehat, serta tidur cukup dan teratur.

Selain itu, manajemen stres, membatasi konsumsi kafein, menghindari minuman beralkohol, berhenti merokok, dan minum obat sesuai anjuran dokter juga penting dalam mengatasi migrain.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here