Dompet Dhuafa Bantu Peternak Lereng Gunung Lepas dari Jerat Tengkulak

JAKARTA, KBKNEWS.id — Dusun Dangklik di Desa Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, yang berada di lereng Gunung Merbabu, kini mulai dikenal sebagai sentra peternakan domba.

Perubahan itu terjadi setelah warga mendapat pendampingan melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) dan Jaringan Tani Ternak Nusantara (Jantara) dari Dompet Dhuafa.

Salah satu peternak binaan, Heri Santoso, mengaku kondisi dusunnya sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Pada 2018, kata dia, warga bahkan nyaris tidak pernah melaksanakan kurban karena keterbatasan ekonomi dan minimnya kesadaran masyarakat.

“Tahun 2018 bahkan tidak ada kurban sama sekali di Dusun Dangklik. Kalau pun ada kiriman daging, jumlahnya tidak cukup untuk semua warga,” ujar Heri saat ditemui tim Dompet Dhuafa, Selasa (12/5/2026).

Sejak bermitra dengan Dompet Dhuafa pada 2021, Heri kini mengelola sekitar 20 ekor domba jantan. Hewan-hewan tersebut nantinya akan dibeli kembali oleh Dompet Dhuafa untuk disalurkan sebagai hewan kurban ke berbagai daerah, termasuk untuk masyarakat di Desa Tolokan.

Menurut Heri, salah satu persoalan terbesar peternak di daerah pegunungan adalah permainan harga oleh tengkulak. Kehadiran sistem kemitraan dari Dompet Dhuafa dinilai membantu peternak mendapatkan harga yang lebih layak dan kepastian pasar.

“Harapan saya semua peternak di Desa Tolokan bisa ikut berkolaborasi supaya tengkulak tidak lagi seenaknya memainkan harga jual. Kehadiran Dompet Dhuafa sangat membantu ekonomi kami,” katanya.

Ia juga menceritakan tantangan beternak di dataran tinggi bersuhu dingin. Domba-domba yang didatangkan dari daerah lebih hangat membutuhkan waktu adaptasi sekitar satu bulan sebelum kondisi kesehatannya stabil.

“Awalnya sempat kurang sehat karena adaptasi lingkungan, tapi setelah itu alhamdulillah sehat dan berhasil dipelihara,” jelas Heri.

Tak hanya fokus pada sektor peternakan, Dompet Dhuafa juga membantu warga melalui program pipanisasi air bersih yang dibutuhkan masyarakat pegunungan. Berbagai program tersebut perlahan mengubah Desa Tolokan menjadi wilayah pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan rakyat.

Kisah Heri Santoso menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat dan kurban dapat mendorong kemandirian masyarakat desa, dari wilayah yang pernah minim kurban menjadi daerah penghasil ternak kurban.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here