DEPOK – Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa melalui Program Layanan Mustahik, memberikan kado apresiasi berupa laptop kepada Ustaz Hari Aprian (35), seorang guru ngaji dengan keterbatasan penglihatan.
Selama 19 tahun, Ustaz Hari mengabdikan dirinya untuk anak-anak generasi penerus bangsa. Dengan tekadnya yang tinggi, ia terus berupaya mengedukasi anak-anak melalui literasi agama Islam, agar mereka dapat memberdayakan diri dan keluarga mereka.
Berbagai usaha pun dilakukan oleh Ustaz Hari. Mulai dari menggunakan kacamata, menjalani operasi, hingga mempertimbangkan donor mata. Namun, semuanya tidak berhasil karena kerusakan terletak pada saraf mata. Akibatnya, hanya sebagian kecil dari penglihatannya yang berfungsi, tidak sepenuhnya seperti orang normal.
Hadiah diberikan Dompet Dhuafa tepat pada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Kamis (2/5/2024). Laptop tersebut menjadi sarana penting yang dibutuhkan Ustaz Hari untuk mengembangkan metode pengajarannya, sehingga dapat lebih efektif dalam mendidik anak-anak.
“Seperti mimpi rasanya, seperti mimpi. Karena selama ini, ini (laptop) adalah yang selama ini kami minta sama Allah, tapi memang kami belum mampu untuk membelinya. Mudah-mudahan dengan laptop ini nanti kegiatan mengaji kami bisa lebih berkembang lagi. Kami bisa membuat sketsa mewarnai untuk anak-anak, untuk bisa membuat soal yang lebih baik lagi daripada tulisan tangan, bisa membuat flyer-flyer motivasi untuk orang tua murid, bisa menginput data anak-anak dengan baik, sehingga tidak tercecer, dan banyak lagi insyaallah,” ungkapnya penuh syukur.
Ustaz Hari mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah menyalurkan zakatnya melalui Dompet Dhuafa.
“Syukron wa jazakumullah khair orang-orang baik pilihan Allah yang sudah mewujudkan impian kami hari ini. Semoga Allah mudahkan setiap urusannya seperti urusan yang sudah dimudahkan untuk kami. Dan semoga Allah lipatkan dan rezekinya dan semoga Allah membalas dengan barokah kebaikannya aamiin ya robbal alamin,” doanya.
Di tempat terpisah, Mustaki selaku Manager Program LPM Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa dukungan untuk para guru ngaji dalam kategori fi sabilillah selalu hadir.
“Mereka merupakan orang-orang yang berjasa dalam pendidikan dan dakwah. Sepatutnya kita selalu menjaga kepedulian untuk kondisi para guru ngaji dimanapun berada,” pungkasnya.





