CIANJUR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia (RI) bersama Dompet Dhuafa pada Selasa (24/12/2024) mendistribusikan bantuan untuk para warga terdampak banjir dan longsor Cianjur.
Bantuan disalurkan di Kantor Desa Sukaraja, Kecamatan Kadupandak, Cianjur. Ahmad Faqih Syarafaddin selaku General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa menuturkan bahwa kehadiran Dompet Dhuafa bersama BPKH RI kali ini untuk menguatkan para warga terdampak bencana.
Melalui Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, lanjut Faqih, asesmen segera dilakukan di lokasi-lokasi terdampak. Terdapat empat desa prioritas dengan dampak bencana paling parah. Yakni Bojongkasih, Neglasari, Sukaraja dan Sukakerta di Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat.
“Alhamdulillah, prosesi serah terima bantuan hari ini bisa terselenggara atas kerjasama Dompet Dhuafa dengan BPKH RI. Melalui DMC Dompet Dhuafa, kami juga melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi bencana dan akhirnya keluar hasilnya, empat nama desa (terdampak) yang paling parah,” ujar Faqih, Selasa (24/12/2024)
Indriayu Afriana selaku Kepala Divisi Program Strategis dan Pelaksana Mandiri Kemaslahatan BPKH RI menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk komitmen BPKH untuk berkontribusi dalam kemaslahatan masyarakat, terutama warga yang sedang tertimpa bencana.
Jenis bantuan yang didistribusikan berupa masing-masing 500 paket sembako dan hygiene kit (shampo, sabun mandi dan cuci), daging rendang kaleng, dan pakaian hangat. Untuk kebutuhan bayi, tersedia selimut dan minyak kayu putih. Bantuan akan didistribusikan kepada total 111 Kartu Keluarga (KK) dan 330 warga di Kecamatan Kadupandak. Sisanya akan dibagikan kepada warga terdampak lainnya di kecamatan tersebut.
“Kami (BPKH) dibantu oleh mitra kemaslahatan kami yaitu Dompet Dhuafa dan DMC Dompet Dhuafa. Kami berupaya membantu dan memberi support bagi para penyintas bencana banjir dan longsor di Kecamatan Kadupandak. Semoga bantuan yang berasal dari nilai manfaat Dana Abadi BPKH RI ini dapat tersalurkan dengan tepat sasaran,” tutur Indri.





