JAKARTA – Dompet Dhuafa dan ESQ Kemanusiaan pada Jumat (5/4/2024) terakhir bulan Ramadan 1445 H, menandatangani komitmen kerja sama “Bantu Teman Tuli Bisa Mengaji” di Menara 165, Jakarta Selatan.
Kerja sama ini sekaligus menandai peluncuran program, kampanye, hingga penyaluran. Dilakukan juga simbolisasi penyerahan Mushaf Al-Quran Isyarat oleh Dompet Dhuafa dan ESQ Kemanusiaan kepada 15 penerima manfaat, yang berasal dari kalangan siswa hingga orang dewasa.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Etika Setiawanti selaku Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika dan Lea Sri Endari Irawan selaku Ketua Umum ESQ Kemanusiaan.
“Program kolaborasi ini khusus kami tujukan untuk teman-teman istimewa yang memiliki gangguan dalam pendengaran. Kami berharap ini akan mendapat antusias baik dari seluruh masyarakat. Karena tahun 2022, menurut Kementerian Dalam Negeri, bahwa sebanyak 72 persen dari total penduduk Islam Indonesia mengalami buta huruf hijaiyah. Maka salah satu program pilar dakwah Dompet Dhuafa, melalui program ini bersama ESQ Kemanusiaan, ingin lebih luas menyediakan Al-Qur’an, khususnya bagi teman-teman Tuli, untuk bisa membaca Al-Qur’an, termasuk juga pelatihan bagi guru-gurunya,” ujar Etika.
Nantinya, Dompet Dhuafa akan mengupayakan menjangkau penyaluran MQI di pelosok-pelosok Indonesia melalui data dan duta-duta dakwah Dompet Dhuafa. Duta dakwah Dompet Dhuafa seperti Dai Cordofa, Dai Ambassador, Dai Pemulia, Dai tapal batas, dan program dakwah lainnya, telah menyebar ke tempat-tempat yang bahkan paling terpencil.
Lea Sri Endari Irawan mengatakan hingga saat ini, ESQ Kemanusiaan telah berhasil memberikan pelatihan kepada lebih dari 250 guru. Sedangkan mushaf yang berhasil disalurkan sudah mencapai lebih dari 6.000 mushaf. Tentu ini masih sangat sedikit.
Kolaborasi program ini diharapkan dapat menjangkau teman-teman Tuli yang begitu antusias ingin belajar Al-Qur’an, karena menurut Lea, masih ada sekitar 14 ribu teman Tuli yang sedang menunggu Mushaf Al-Quran Isyarat tiba di tangan mereka.





