MALUKU – Musisi Indonesia, Is Pusakata bersama dengan Dompet Dhuafa menggalang dana untuk renovasi gedung sekolah di Dusun Taman Sejarah, Desa Nuniali, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
Penggalangan dana berlangsung selama lima hari, yakni mulai Rabu (21/2/2024) hingga Minggu (25/2/2024), dan ini bukan kali pertama Is Pusakata menggelar gerakan sosial bertemakan “Sisir Kota Pesisir”.
Sebelumnya, ia sudah sempat melakukannya di beberapa tempat. Bukan hanya menggaungkan kebaikan, melalui aksi ini Is juga melahirkan karya. Dengan harapan, hasilnya dapat kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pusakata sebagai salah satu penggagas gerakan tersebut melakukan ajakan donasi melalui mini concert. Selain itu, ia juga melakukan lelang kaus untuk donasi seharga satu juta rupiah per-pcs. Pada “Sisir Kota Pesisir” kali ini, Pusakata berencana membuka donasi selama enam bulan ke depan sampai perbaikan gedung sekolah rampung.
“Siapa pun yang datang (ke mini concert) dapat memberikan donasi sesuai kemampuan, untuk perbaikan sekolah. ‘Sisir Kota Pesisir’ ini akan ada sampai saya mati. Kalau sekolahnya sudah bagus, kita pindah ke sekolah lain yang membutuhkan,” tutur pria pemilik nama lengkap M. Istiqamah Jamad ini.
Adapun sekolah yang dimaksud, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdatul Ulama yang berdiri di atas tanah hibah masyarakat. Terdapat 60 murid yang bersekolah menimba ilmu dalam keadaan gedung sekolah tak memadai: bertembok kayu, kurangnya jumlah bangku dan hanya terdiri dari tiga kelas dan satu ruang kantor guru.
Nabila Ishma juga turut meramaikan “Sisir Kota Pesisir” dengan diskusi menyoal pemerataan pendidikan. Baginya masih banyak sekolah di daerah pelosok yang belum memiliki fasilitas sekolah memadai.
Ia pun mengajak khalayak umum untuk membantu mewujudkan mimpi anak pelosok dengan berdonasi melalui DD Aps atau Aplikasi Dompet Dhuafa.
“Kita sebagai orang yang lebih beruntung bisa bergandengan tangan dan membantu mewujudkan mimpi mereka bersama. Donasi yang terkumpul sudah digunakan untuk pengadaan bangku dan buku. Namun, kita masih membuka donasi seluas-luasnya,” ucapnya.
Dedi Fadlil selaku Manager Content Creative Dompet Dhuafa menyampaikan, pihaknya tak menaruh target tertentu untuk donasi perbaikan sekolah.
“Nggak ada batas, tapi kalau untuk sekolah di Waisala, Taman Sejarah minimal 150 juta rupiah,” pungkasnya.





