Dompet Dhuafa dan ROIS OJK Perkuat Ekonomi Warga Kampung Susu Lawu lewat Zakat Karyawan

JAKARTA, KBKNEWS.id — Dompet Dhuafa bersama ROIS OJK memanfaatkan zakat karyawan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Kampung Susu Lawu (KSL), Singolangu, Sarangan, Magetan.

Program yang diluncurkan pada Jumat (4/9/2026) itu menyasar peternak sapi perah, pelaku usaha susu, hingga pengembangan kawasan wisata.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui bantuan sapi perah bagi penerima manfaat, gerobak susu untuk pelaku usaha, serta pembangunan kafetaria di kawasan Kampung Susu Lawu. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat rantai ekonomi masyarakat dari produksi susu hingga pengolahan dan pemasaran.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari pemberdayaan yang sebelumnya telah dilakukan di Kampung Susu Lawu.

“Ini bagian dari pada program pemberdayaan ekonomi yang merupakan lanjutan dari program kita sebelumnya. Pada kesempatan ini kita memperkuat di sisi peternaknya, di sisi pengolahannya, kemudian juga di sisi penguatan sarana Kampung Susu Lawu dengan berkolaborasi dengan ROIS OJK,” ujar Ahmad.

Bantuan sapi perah turut menyasar warga yang terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satu penerima manfaat, Sarju, mengaku bantuan tersebut membantunya kembali mengembangkan populasi ternak setelah kehilangan sebagian sapi.

“Kalau tidak merawat sapi perah, saya mau kerja apa? Karena tiap bulan biasanya dapat uang hasil susu. Untuk bantuan ini bagi saya sudah tidak terhitung. Saya sangat-sangat berterima kasih,” tutur Sarju.

Sementara itu, masyarakat Singolangu telah mengembangkan sekitar 32 produk turunan susu, seperti susu pasteurisasi, permen susu, stik susu, pai susu, nugget susu, dan yoghurt.

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid mengatakan dana program berasal dari zakat para pegawai OJK yang disalurkan melalui mitra pengelola zakat, termasuk Dompet Dhuafa.

“Program yang kami berikan sifatnya pancing, jadi program yang memberdayakan dan bergulir. Harapannya setelah ini peternak di sini akan berdaya dan mandiri,” ujarnya.

Selain bantuan peternakan dan usaha susu, pembangunan kafetaria diharapkan memperkuat daya tarik Kampung Susu Lawu sekaligus membuka ruang pemasaran bagi produk lokal.

Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Magetan dan diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan penguatan sektor peternakan dan UMKM.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here