Dompet Dhuafa Distribusikan 36.709 Hewan Kurban, Bantu Peternak dan Warga Pelosok

Rahmi Syofia, yang akrab disapa Mimi Campervan Girl bergabung dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa menjelajah hingga ke pelosok Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dompet Dhuafa)

JAKARTA, KBKNews.id – Selama tiga dekade lebih, Dompet Dhuafa konsisten mengemban amanah para pekurban dengan menyalurkan hewan kurban ke berbagai penjuru Tanah Air dan mancanegara.

Pada momen Iduladha 1446 H/2025 ini, Dompet Dhuafa mencatat pencapaian menggembirakan. Total perolehan kurban nasional mencapai 36.709 ekor setara domba/kambing, meningkat sebesar 33,70% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perolehan tersebut terdiri dari dua bagian utama. Sebanyak 28.445 ekor setara domba/kambing dari program Tebar Hewan Kurban (THK), dan 8.264 ekor dari Program Mitra Jejaring Kurban, yakni inisiatif yang memberdayakan para peternak lokal binaan Dompet Dhuafa melalui skema penjualan langsung.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menjelaskan bahwa pelibatan mitra peternak ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong kesejahteraan peternak lokal.

“Pelaksanaan kurban tahun ini juga melibatkan Mitra Jejaring Kurban Dompet Dhuafa dengan mekanisme jual langsung yang dilakukan mitra peternak individu Jaringan Dompet Dhuafa, untuk mendukung gerakan pemberdayaan peternak lokal dan memperkuat rantai pasok pangan nasional, terutama ke masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Dompet Dhuafa bersama Kerohanian Islam Otoritas Jasa Keuangan (ROIS OJK) menyembelih 35 ekor hewan kurban setara domba/kambing (doka) dan didistribusikan ke Deli Serdang, Sumatra Utara, dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dompet Dhuafa)

Ahmad menambahkan bahwa kurban juga membawa dampak nyata bagi para peternak lokal binaan Dompet Dhuafa.

“Tebar Hewan Kurban merupakan hilirisasi pendayagunaan zakat Anda yang diturunkan dalam program ekonomi sehingga lahirlah para peternak binaan Dompet Dhuafa di banyak daerah. Dengan demikian, pelibatan para peternak lokal bisa mendapatkan penghasilan yang layak, pemberdayaan, serta peningkatan taraf hidup secara nyata,” ujarnya.

Pada tahun ini, distribusi hewan kurban Dompet Dhuafa mencakup 26 provinsi di Indonesia, 250 kabupaten/kota, serta menjangkau 3 negara yakni Palestina, Somalia, dan Myanmar. Dengan cakupan seluas ini, lebih dari 2 juta jiwa (2.036.320 orang) merasakan manfaat kurban.

Ketua Panitia THK Dompet Dhuafa 1446 H/2025 M, Dwi Tanty Kurnianingtyas, mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra korporasi, peternak, dan semua pihak yang terlibat.

Ia menyampaikan bahwa kampanye Kurban Se-ngaruh Itu telah sukses menyalurkan hewan kurban hingga ke pelosok negeri dan lintas negara.

Rahmi Syofia, atau yang dikenal sebagai Mimi Campervan Girl, terjun langsung dalam distribusi Tebar Hewan Kurban (THK) bersama Dompet Dhuafa ke Desa Watohari, Pulau Solor Timur, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Dompet Dhuafa)

“Terima kasih para donatur, mitra korporasi, mitra kebaikan, para peternak dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan Kurban 1446 H. Selesainya tasyrik menandai usai sudah kampanye Kurban Se-ngaruh Itu yang telah kami salurkan ke seluruh pelosok negeri hingga mancanegara,” kata Tanty.

Melalui semangat Kurban Se-ngaruh Itu, Dompet Dhuafa konsisten membantu masyarakat yang membutuhkan. Sehingga, ibadah kurban kita manfaatnya bisa dirasakan oleh semuanya. Mulai dari pekurban, peternak, pedagang, penyembelih, mitra kurban hingga penerima daging kurban.

“Pelaksanaan Tebar Hewan Kurban ini menjadi salah satu bentuk nyata Dompet Dhuafa memberikan dukungan dan kepedulian kepada mereka yang berada di wilayah pelosok, untuk menikmati kebahagiaan kurban. Karena kurban dapat meningkatkan konsumsi protein hewani bagi masyarakat pelosok, menguatkan ekonomi peternak-peternak lokal hingga dampak besar lainnya,” kata Tanty.

Salah satu penerima manfaat di Desa Kiwang Ebang, Pulau Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Mama Ratna (60), mengisahkan kesehariannya. Ia mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima daging kurban.

Sudah setahun mendambakan makan daging, sebuah rezeki yang langka baginya. Karena keseharian hanya makan ikan, titi (keripik) jagung, atau bahkan hanya nasi dan air putih saja.

Rahmi Syofia, yang akrab disapa Mimi Campervan Girl bergabung dalam Program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa menjelajah hingga ke pelosok Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dompet Dhuafa)

“Untuk (kebutuhan) sehari-hari, kita menabung penghasilan beberapa hari, baru bisa beli beras. Sering juga kita tahan-tahan lapar atau berpuasa. Ya, senang ada daging kurban, setahun sekali toh,” ungkap Mama Ratna.

Kebahagiaan yang sama juga dialami Muhammad Yasin dan masyarakat Desa Bitorik, Maluku. Setelah penantian panjang selama 26 tahun, masyarakat Desa Bitorik kembali merasakan euforia Iduladha yang penuh makna.

Donatur Dompet Dhuafa menyalurkan hewan kurban di Program Tebar Hewan Kurban (THK) sebanyak 9 ekor sapi dan 1 ekor kambing kepada masyarakat setempat.

“Masyarakat senang sekali ketika mendengar akan ada yang mengirim hewan kurban ke sini. Apalagi jumlahnya sebanyak itu. Kami pun tak mau ini hanya kita saja yang menikmati. Kami bagikan juga daging-daging kurban ke desa-desa sekitar,” ujar Muhammad Yasin.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here