Dompet Dhuafa Gandeng DuitHape Salurkan Dana ZIS pada Mustahik lewat Teknologi

JAKARTA – Dompet Dhuafa resmi berkolaborasi dengan DuitHape hingga tahun 2023 mendatang,  untuk menjangkau penerima manfaat atau mustahik yang lebih luas dengan mudah serta untuk meningkatkan transparansi Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ).

DuitHape sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan layanan pembayaran digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin yang tidak memiliki rekening bank maupun kartu ATM. Dengan kerja sama ini, DuitHape akan membantu Dompet Dhuafa dalam menyalurkan dana ZIS kepada para mustahik melalui layanan e-payment.

Meski menggunakan teknologi, namun proses penyaluran dana melalui aplikasi DuitHape ini tidak akan memberatkan para mustahik. Sebab, para mustahik hanya perlu datang ke toko yang bermitra dengan Dompet Dhuafa dan membawa e-voucher atau PIN, tanpa perlu gadget untuk mengakses aplikasi atau memiliki nomor rekening. Selanjutnya, para mustahik bisa berbelanja di toko tersebut dengan menunjukkan e-voucher dari Dompet Dhuafa dan merekam wajah saja.

Hal ini juga dijelaskan oleh Direktur Bisnis Operation Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra. Ia menerangkan bahwa dalam kerja sama ini, DuitHape menyediakan teknologi pembaca wajah atau face recognition untuk menilai keakuratan mustahik yang berhak menerima dana ZIS.

“Dalam hal ini DuitHape bisa menyediakan face record mission untuk duafa. Mereka (mustahik) bisa mengakses layanan itu hanya dengan geomatrik,” tuturnya, pada hari kedua Indonesia Giving Festival (IGF) Zakat Expo 2022,

Meski begitu, para mustahik tidak wajib memiliki gadget untuk bisa berbelanja dengan e-voucher, karena toko mitra Dompet Dhuafa lah yang akan menyediakan aplikasi DuitHape. Dengan demikian, para mustahik hanya perlu menunjukkan e-voucher dan melakukan pemindaian wajah. Untuk pemberian nomor e-voucher sendiri, sebelumnya Dompet Dhuafa telah melakukan pendataan dan telah memiliki database para mustahik yang terdiri dari nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Jadi sebetulnya mustahik itu sudah kita data terlebih dahulu, kemudian mereka kita berikan akses walaupun dia tidak mempunyai handphone,” ujar Putra.

“Beneficiaries System Information yang mencatat duafa by name, by address, kemudian juga NIK,” tambahnya.

“Pilar sosial adalah pilar paling banyak menyumbangkan penerima manfaat, salah satunya lewat program Tebar Hewan Kurban,” tandas Putra.