JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa menggandeng Tokio Marine Life Insurance Indonesia dan Institut Pariwisata (IP) Trisakti untuk membuka peluang usaha bagi mahasiswa mustahik melalui program Kantin Kontainer.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tripartit pada Senin (26/10/2026).
Program ini memanfaatkan Dana Tabarru dari Tokio Marine yang didonasikan dan dikelola Dompet Dhuafa. Kantin Kontainer nantinya menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi mahasiswa berprestasi yang termasuk kategori mustahik untuk membantu membiayai perkuliahan.
General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih, mengatakan program tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni dampak sosial dan finansial. Mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga pengalaman mengelola usaha, mulai dari keuangan, modal, keuntungan hingga sistem konsinyasi.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat mengubah pola hidup mahasiswa dari konsumtif menjadi produktif serta menjadi bekal untuk membangun usaha secara mandiri.
Senior Vice President Product, Marketing, and Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, menyebut kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi generasi muda.
Sementara itu, Wakil Rektor III IP Trisakti, Novita Widyastuti, menyampaikan Kantin Kontainer akan menjadi laboratorium kewirausahaan bagi mahasiswa. Mereka dapat belajar membuat produk, menentukan harga jual, mengelola bisnis hingga merekrut tenaga kerja.
Hingga Oktober 2026, Dompet Dhuafa telah meresmikan 14 Kantin Kontainer bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui program ini, Dompet Dhuafa mendorong pemanfaatan zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan berkelanjutan. Mahasiswa penerima manfaat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga tumbuh menjadi wirausahawan mandiri hingga kelak bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.





