JAKARTA – Pada periode 2030-2045, Indonesia diproyeksikan akan mengalami bonus demografi, yaitu ketika jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia tidak produktif.
Jika bonus demografi ini dapat dimanfaatkan secara optimal, hal itu akan menjadi berkah untuk pembangunan Indonesia. Namun, jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi bisa menjadi boomerang bagi bangsa ini.
Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian berperan dalam menghadapi bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.
Direktur Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Abdurrahman Usman, menjelaskan bahwa Institut Kemandirian didirikan untuk menjadi solusi atas tiga isu sosial utama, yakni pengangguran, kemiskinan, dan usia produktif.
“Jika ketiga isu tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan meimbulkan masalah sosial baru,” katanya.
Usman menjelaskan bahwa Institut Kemandirian adalah kolaborasi positif untuk menciptakan lingkaran kebaikan dalam upaya melahirkan wirausahawan baru di Indonesia melalui mekanisme wakaf produktif.
Program ini termasuk pelatihan keterampilan untuk memenuhi standar kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.
Selain itu, Institut Kemandirian memiliki program produktif lainnya, yaitu Re-Space, yang menyediakan ruang inovasi dan pelatihan maker space untuk berkarya.
“Re-space dibentuk guna memberikan ruang inovasi dan pelatihan maker space untuk berkarya. Selain dapat pelatihan, mereka dapat produk hasil karya mereka sendiri,” tuturnya.
Dompet Dhuafa juga memanfaatkan aset wakaf produktif berupa gedung Wardah untuk memfasilitasi program pelatihan berbasis digital seperti pemasaran digital, pengembangan web, analisis data, desain grafis, dan konten kreator.
Mengapa wakaf perlu dioptimalkan agar produktif?
Program wakaf kini tidak lagi hanya mengandalkan 3M (Masjid, Madrasah, dan Makam). Seiring perkembangan zaman, program wakaf dapat dioptimalkan dalam bentuk wakaf produktif di berbagai sektor seperti ekonomi, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Pengelolaan dana wakaf yang baik dan produktif diharapkan akan menghasilkan dana abadi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan umat.





