SELANDIA BARU – Dompet Dhuafa sampaikan duka cita kehilangan yang mendalam terhadap salah satu WNI yang turut aktif sebagai partner dalam berbagai kegiatan kebaikan dan dakwah Dompet Dhuafa di Cristchurch, dan menghembuskan nafas dalam tragedi penembakan, Lilik Abdul Hamid.
Semasa hidupnya di Selandia Baru, sosok Lilik selalu terbuka terhadap saudara-saudara dari Indonesia yang berkunjung ke negeri tersebut. Terlebih bagi para dai dari Dompet Dhuafa yang menggelar kegiatan di Cristchurch, New Zealand.
Setelah dikabarkan hilang, akhirnya Lilik Abdul Hamid masuk dalam daftar korban meninggal dari tragedi brutal tersebut.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, kami dari keluarga besar Dompet Dhuafa sangat berduka atas meninggalnya partner kami di Cristchurch, New Zealand, yaitu Lilik Abdul Hamid, yang menjadi korban penembakan brutal saat shalat Jumat lalu. Kami mengutuk keras kejadian yang menimpa saudara muslim di New Zealand. Semoga pelaku dapat dihukum seberat mungkin dan husnul khatimah untuk para korban meninggal, serta lekas pulih bagi korban yang dirawat. Kuat dan tabah untuk keluarga almarhum, dan sekali lagi terima kasih Lilik Abdul Hamid,” terang drg. Imam Rulyawan, MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/3/2019), dilaporkan Taufan YN.





